TUGAS UAS MPS ( Metode Penelitian Sosial )

 

 PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP MORAL GENERASI BANGSA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

 

 

 

Image

 OLEH:

ANDIK EKO SUSILO     

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

2013

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Puji syukur hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semeste alam, atas karunia dan hidaya-Nya yang selalu tercurahkan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan pada Nabi besar junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan risalah dan syari’at Islam kepada umat manusia dari zaman jahiliah sampai zaman terang benerang sampai sekarang ini.

Atas rahmat dan hidayah serta petunjuk Allah SWT. Akhirnya penulis bisa menyelesaikan tugas materi metode penelitian sosial yang berjudul: PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP GENERASI BANGSA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO”. Penulisan ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai UAS Ilmu Komunikasi Jurusan Public Relation, pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

A.      LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi perkembangan perekonomi indonesia serta mempengaruhi tingkah laku dari pengguna teknologi tersebut.dalam kenyataan yang ada sekarang ini,semua hal yang ada disekitar kita telah dipengarui oleh ganasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiyang mana semua itu tlah memberi kontribusi yang sangat besar terhadap pembentukan prilaku dan kepribadian generasi muda.

Seperti telah kita ketahui alat komunikasi telah kita kenal sejak berabad-abatd lalu, misalnya menyampaikan surat dengan menggunakan burung merpati, kemudian sebuah titik yang bermula pada suatu pemikiran yang ulet sehingga menemukan suatu yang bermanfaat untuk mempermuda semua aspek kehidupan yaitu “TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI”

Awalnya teknologi diciptakan untuk mempermuda setiap kegiatan manusia.\, kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman, sehingga menjadi pengalihan fungsi dari TIK itu sendiri, perkembangan ini menuntut setiap individu untuk selalu mengupdate hal-hal terbaru yang ada guna pemenuhan kebutuhan.

Kita lihat yang lalu, dulu laptop, hand phone dulu hanya dimiliki oleh kalangan menengah kestas, seiring berjalanya waktu teknologi ini bisa dimiliki oleh semua kalangan, baik yang sangat membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan, dan kiuni semua dapat merasakan akan perkembangan teknologi tersebut.

Perkembangan TIK saat ini telah membius sebagian besar kalangan remaja ataupun mahasiswa, bahkan berjam-jam mereka selalu bermanja dengan teknologi itu, sehingga semua dapat terlupakan. Mereka hanya asyik dengan chatting dan jejaring sosial seperti : facebook dan twiter dan yang memiriskan sekali mereka mencari gambar dan video yang semestinya tak petut mereka cari yang justru bisa menyebabkan mereka malas.

Sekarang dikalangan remaja pengguna HP bukan saja sebagai alat komunikasi melainkan alat multi fungsi baik sebagai alat komunikasi juga bisa sebagai alat mencari informasi, dan juga dijadikan sebagai ajang pamer da sombong, mereka akan senang dan bangga bila HP dan laptopnya paling bagus dan mahal, karna fitur yang ditawarkan adalah fitur multi fungsi serta mereka dapat menggunakan sebagai hal positif maupun negatif tergantung pada individu masinh-masing. Dan semua itu bisa menyebabkan dampak baik ataupun buruk  bagi setiap pemakainya.

Dampak perkembangan dari TIK yang sangat pesat secara tidak langsung akan memberi asupan pengetahuan yang tidak langsung dapat meracuni otak kita semua, sehingga kita akanterhanyut dengan aliran itu dengan penampakan sikap dan prilaku keseharian kita,

Secara logis perilaku sangat erat dipengarui oleh kondisi lingkungan dimana kita berada, lingkungan yang baik akan menberi dampak yang baik pula terhadap prilaku kita dan sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula bagi kita. Salah satunya yaitu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang bisa mempengaruhi tingkalaku keseharian kita.

Sumbangan yang besar dari TIK ini tak lain adalah keberhasilan si anak dalam belajar, pemanfaatan yang baik dari TIK ini akan membantu prestasi belajar. Namun sebaliknya banyak penyalah gunaan yang dilakukan oleh kalangan remaja ataupun mahasiswa itu sendiri, yang berdampak merosotnya hasil atau prrestasi belajar itu sendirai bahkan sampai sampai bisa mempengarui dari moral remaja ataupun mahasiswa itu sendiri.

Penelitian ini didasarkan pada kondisi terutama generasi penerus bangsa yaitu para remaja dan pemuda yang dijadikan sebagai pelaku-pelaku kehidupan zaman sekarang ini. Sementara itu pengawalan didunia maya sangatlah longgar dan hampir tidak ada aturan yang mengikatnya, jika demikian halnya, maka dunia yang tidak ada batasan (dunia maya) tetap memenagi pergeseran hidup ini, yang ternyata tidak hanya memberi kebaikan dan manfaat yang besar bagi umat manusia tetapi juga menyuguhkan sajian-sajian negatif bagi generasi remaja dan para pemuda penerus agama dan bangsa, terlebihnya menyangkut akhlaq dan moral para generasi bangsa.

Kita tahu bahwa akhlaq remaja adalah penentu yang mencerminkan bagaimana kondisi suatu agama dan bangsa dimasa depan, begitu penting akhlaq ini sampai dalam agama islam akhlaq di tempatkam pada kedudukan tertinggi, akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama islam sehingga Rosullullah SAW perna mendefinisikan agama ini dengan akhlaq yang baik ( husn al-khuluq )

B. . PEMBAHASAN

I. Pemanfaatan Perkembangan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi pun dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.

Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional, orang mulai melihat kelebihan lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan kepada perangkat komputer. Dari manfaat yang didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi waktu dan ruang.

Teknologi Informasi dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan sosial.

1.  Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :

Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.

Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.

Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.

Internet banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan internet. Transakasi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan.

4.  Manfaat TIK dalam bidang sosial antara lain :

Sebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat.

Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat

Meningkatkan informasi kesehatan. Untuk melihat peluang yang lebih luas untuk memasarkan produk setempat.

Mengembangkan perdagangan melalui e-commerce

II. Dampak dari perkembangan teknologi informasi terhadap  masyarakat

a.  Dampak Teknologi Informasi Sosial & Psikologis

1.  Ketergantungan

Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya  seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain gamesyang ada.

2. Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan.

Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku

agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan

3. Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki

keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.

4. Antisocial Behavior

Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.

b. Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan

1.  Malas belajar dan mengerjakan tugas

Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama anak-anak yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau belajar.

2. Perubahan Tulisan Tangan

Dengan kemudahan dan kepraktian yang diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text, membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami

perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis secara manual.

C.       Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh teknologin informasi terhadap moral mahasiswa Universitas muhammadiyah Sidoarjo ?

2. Faktor faktpr apa saja yang mempengaruhinya ?

3. Apa dampak positif dari teknologi informasi terhadap mahasiswa Universitas muhammadiyah Sidoarjo ?

4.  Bagaimana cara kita menyikapi kemajuan Teknologi Informasi?

D.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui pengaruh positif dan negatif dari perkembangan teknologi terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  2. Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Kegunaan Penelitian

Kegunaan Teoritis

Untuk menerapkan ilmu yang diterima penulis selama menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, serta menambah wawasan dan pengetahuan penulis terhadap pengaruh terbesar dari teknologi informasi.

Kegunaan Praktis

Data yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pengguna TIK  untuk menghadapi perkembangan terbesar dari teknologi itu sendiri

E.      Hipotesis

Hipotesis Nol

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini tidak berpengaruh terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki landasan dan dasar agama yang kuat

Hipotesis Alternatif

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini berpengaruh terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun 2013.

F.       Kerangka Konseptual Penelitian

Definisi konseptual adalah definisi akademik atau mengandung pengertian yang universal untuk suatu kata atau kelompok kata. (Kriyantono, 2007). Definisi ini biasanya bersifat abstrak dan formal.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan teknologi komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media internet. Teknologi internet telah merubah cara berfikir seseorang dalam bertingkahlaku..

Salah satu dampak perkembangan teknologi komunikasi didalam proses berfiker adalah dengan adanya tindak kejahatan yang di pengaruhi oleh perkembangan teknologi dengan menggunakan media televisi. Segala bentuk perkembangan teknologi komunikasi dapat dimanfaatkan dengan baik dan juga dapat menimbulkan sesuatu yang negfatif, dalam hal ini perkembangan teknologi tidak bisa terhindarkan dan semakin lama semakin berkembang dan maju. Beberapa model perkembangan TIK antara lain:

  1. Radio
  2. Televisi
  3. Hand phone
  4. Laptop
  5. Komputer tablets

Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Media massa yang lebih modern ini memiliki ciri-ciri seperti:

  1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (misalnya melalui SMS atau internet).
  2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual.
  3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu.
  4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam.
  5. Penerima yang menentukan waktu interaksi.

Salah satu media yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam hal memperlancar sebuah komunikasi adalah internet. Internet dapat digambarkan seperti sebuah jaringan global yang dapat memungkinkan komunikasi antara orang ke orang yang berlainan tempat, kota dan bahkan antar negara. Penngguna internet juga dapat mengirim surat elektronik (e-mail), ngobrol (chatting), mendengarkan radio (streaming) juga mencari informasi (browsing).

Kemunculan internet telah mengubah pola interaksi masyarakat baik itu interaksi pendidikan, bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi dalam kehidupan masyarakat. Terutama peran internet sebagai sarana komunikasi dalam mendapatkan informasi.

Kerangka Pikir Penelitian

 ORGANISM

Mahasiswi UMSIDA

•    Perhatian

•    Pengertian

•    Penerimaan

STIMULUS

(pengaruh teknologi informasi terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

 RESPONSE 

Dalam proses komunikasi berkenaan dengan perubahan sikap adalah aspek “how” bukan “what” dan “why”. Jelasnya how to communicate. Dalam hal ini how to change the attitude, bagaimana mengubah sikap komunikan.  Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah, hanya jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Prof. Dr. Mar’at dalam bukunya “Sikap Manusia, Perubahan serta Pengukurannya, mengutip pendapat Hovland, Janis, dan Kelley yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting, yaitu:

  1. Perhatian
  2. Pengertian
  3. Penerimaan

Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.               

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A.                                    Pengertian Teknologi.

Kata teknologi dalam Wijaya (2008: wordpress.com) secara harfiah berasal dari bahasa Latin “texere” yang berarti meyusun atau membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Agoeng Nugroho (2010: 3) menjelaskan bahwa teknologi selalu memiliki dua aspek, yaitu hardware (yang terdiri dari objek material atau fisik) dan software (terdiri dari informasi untuk mengoperasikan hardware). Hardware bersifat visible (dapat dilihat). Hal ini yang biasa membuat persepsi tentang teknologi selalu pada aspek hardware, berdiri sendiri dan terpisah dengan fenomena sosial kemasyarakatan.

Sedangkan komunikasi menurut De Vito dalam Nugroho (2010: 3) adalah proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan di antara dua orang atau kelompok kecil, dengan efek dan feed back langsung.

Proses komunikasi terjadi melalui komunikator, pesan, media lalu ke komunikan dan membentuk efek. Tujuan utama dari komunikasi adalah untuk mengubah pikiran dan tingkah laku komunikannya.

Teknologi komunikasi menurut Rogers dalam Nugroho (2010: 3) mendefinisikan bahwa teknologi sebagai perlengkapan hardware, struktur organisasi, dan nilai-nilai sosial dimana individu-individu mengumpulkan, memproses dan tukar-menukar informasi dengan individu-individu lain.

Pada dasarnya, teknologi komunikasi merupakan sarana dalam penyebaran informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui perangkat telekomunikasi (kawat, radio atau perangkat elektromagnetik lainnya). Informasi tersebut dapat berbentuk suara (telepon), tulisan dan gambar (telegraf), data (komputer), dan wireless (tanpa kabel) teknologi yang tren saat ini.

Bentuk-bentuk teknologi komunikasi menurut Kadir dan Triwahyuni dalam Yudidisastra (2010: worpress.com) mencakup telepon, radio dan televisi. Bentuk-bentuk teknologi komunikasi ditampilkan dalam tingkat antarpersona, kelompok, organisasional, dan publik. Pada tingkat kelompok yaitu kenferensi telepon, telekomunikasi komputer, dan surat elektronik. Pada tingkat organisasional yaitu intercom, konferensi telepon, surat elektronik, manajemen dengan bantuan komputer, sistem informasi, dan faksimili. Sedangkan pada tingkat publik yaitu televisi, radio, film, videotape, videodisk, TV kabel, TV satelit langsung, video dengan teks, teleteks, dan sistem informasi digital.

Pada saat ini telepon merupakan alat komunikasi yang banyak ditemukan dalam dunia bisnis. Bahkan setiap hari sekitar lebih dari 500 juta panggilan telepon dilakukan diseluruh dunia. Menurut Gouzali Saydam dan Yudidisastra (2010: wordpress.com), istilah telepon pada awalnya merupakan suara dari jarak jauh. Selain itu keberadaan telepon itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu telepon biasa (fix telephone) dan telepon bergerak.

Pengertian Informasi

Secara Etimologi, Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garisbesar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”

Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagisi penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

Dari pengertian kedua kata tersebut, pengertian dasar Teknologi Informasi adalah menyusun data yang telah diolah untuk mengambil suatu keputusan oleh penerima informasi tersebut. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses imasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:

•           Lebih cepat

•           Lebih luas sebarannya, dan

•           Lebih lama penyimpanannya.

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja.

Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikanpembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah mengalami evolusi sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah melahirkan generasi baru yaitu terjadinya penggabungan antara Teknologi Komputer dan Komunikasi sehingga sering di sebut sebagai Teknologi Informasi yang dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat.

B.       Komunikasi Massa

Proses komunikasi pada awalnya dibagi menjadi dua kategori, yakni komunikasi antarpesona dan komunikasi massa (Blake & Haroldsen, 1979: 32).  Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi, media komunikasi massa pun semakin canggih dan kompleks, serta memiliki kekuatan yang lebih dari masa-masa sebelumnya, terutama dalam hal menjangkau komunikan. Sebagaimana dikemukakan Marshall Mcluhan, kita sekarang hidup dalam desa dunia (global village), karena media massa modern memungkinkan berjuta-juta orang di seluruh dunia untuk berkomunikasi ke hamper setiap pelosok dunia.

1.         Pengertian Komunikasi Massa

Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat, 2003: 188), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is message communicated through a mass medium to a large number of people).

Menurut Gerbner (1967) “Mass communication is the tehnologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow of messages in industrial societies”. (Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industry (Rakhmat, 2003: 188). Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap. Proses memproduksi pesan tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga, dan membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri.

2.         Fungsi Komunikasi Massa

Fungsi komunikasi massa menurut Dominick (2001) terdiri dari:

  1. Surveillance (Pengawasan)

Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama: (a) warning or beware surveillance (pengawasan peringatan); (b) instrumental surveillance (pengawasan instrumental). (Elvinaro, 2007: 15) Fungsi pengawasan peringatan terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung merapi, kondisi yang memprihatinkan, tayangan inflasi atau adanya serangan militer. Fungsi pengawasan instrumental adalah penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang film apa yang sedang dimainkan di bioskop, bagaimana harga-harga saham di bursa efek, produk-produk baru, ide-ide tentang mode, resep masakan dan sebagainya, adalah contoh-contoh pengawasan instrumental.

  1. Interpretation (Penafsiran)

Fungsi penafsiran hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca atau pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut  dalam komunikasi antarpersona atau komunikasi kelompok. (Elvinaro, 2007: 15-16)

  1. Linkage  (Pertalian)

Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. (Elvinaro, 2007: 16) Contoh kasus di indonesia adalah kasus Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sebelumnya menjabat menko polkam dalam jajaran kabinet gotong royong presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika beliau jarang diajak rapat kabinet dan kemudian mengundurkan diri, maka tayangan beritanya di televisi, radio siaran dan surat kabar telah menaikkan pamor partai demokrat yang mencalonkan sby sebagai  presiden. Dalam pemilu 2004 lalu, perolehan suara partai demokrat mencuat dan mengalahkan partai besar sebelumnya. Masyarakat yang tersebar telah dipertalikan oleh media massa untuk memilih partai demokrat. Kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis dipertalikan atau dihubungkan oleh media.

  1. Transmission of Value (Penyebaran Nilai-Nilai)

Fungsi penyebaran nilai tidak kentara. Fungsi ini juga disebut sosialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu ke pada cara, di mana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa yang mewakili gambaran masyarakat itu ditonton, didengar dan dibaca. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang mereka harapkan. Dengan kata lain media mewakili kita dengan model peran yang kita amati dan harapan untuk menirunya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja belajar tentang perilaku berpacaran dari menonton film dan acara televisi yang mengisahkan tentang pacaran, termasuk pacaran yang agak liberal atau bebas. (Elvinaro, 2007: 16-17)

  1. Entertainment (Hiburan)

Sulit dibantah lagi bahwa pada kenyataannya hampir semua media menjalankan fungsi hiburan. Televisi adalah media massa yang mengutamakan sajian hiburan. Hampir tiga perempat bentuk siaran televisi setiap hari berupa tayangan hiburan. Begitu pula radio siaran, siarannya banyak memuat acara hiburan. Memang ada beberapa stasiun televisi dan radio siaran yang lebih mengutamakan tayangan berita. Demikian pula halnya dengan majalah. Tetapi, ada beberapa majalah yang lebih mengutamakan berita seperti Time, Tempo dan Gatra. (Elvinaro, 2007: 17)

  1. Proses Komunikasi

Proses komunikasi ini dikategorikan dengan peninjauan dari dua perspektif, antara lain:

    1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Psikologis.

Proses komunikasi perspektif ini terjadi pada diri komunikator dan komunikan. Ketika seorang komunikator berniat akan menyampaikan suatu pesan kepada komunikan, maka dalam dirinya terjadi suatu proses. Pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, yakni isi pesan dan lambang. Isi pesan umumnya adalah pikiran, sedangkan lambang umumnya adalah bahasa. Walter lippman menyebut isi pesan itu “picture in our head”, sedangkan Walter Hagemann menamakan “das bewustseininhalle”. Proses “mengemas” atau “membungkus”  pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator itu dalam bahasa komunikasi dinamakan encoding. Hasil encoding berupa pesan itu kemudian ia transmisikan atau operkan atau kirimkan kepada komunikasi. Dalam Onong, 2003: 31-32, Kini giliran komunikan terlibat dalam proses komunikasi interpersonal. Proses dalam diri komunikan disebut decoding seolah-olah membuka kemasan atau bungkusan pesan yang ia terima dari komunikator tadi. Isi bungkusan tadi adalah pikiran komunikator, maka komunikasi terjadi. Sebaliknya bilamana komunikan tidak mengerti, maka komunikasi pun tidak terjadi.

    1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis

Proses ini berlangsung ketika komunikator mengoperkan atau “melemparkan” dengan bibir, kalau lisan atau tangan jika tulisan pesannya sampai ditangkap komunikan. Penangkapan pesan dari komunikator oleh komunikan itu dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera mata, atau indera-indera lainnya. Proses komunikasi dalam perspektif mekanistis dapat diklasifikasikan menjadi proses komunikasi secara primer dan secara sekunder. (dalam Onong, 2003: 32)

  • Proses Komunikasi secara Primer

Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada kepada komunikan dengan menggunakan suatu lambang (symbol) sebagai media atau saluran. Lambang ini umumnya bahasa, tetapi dalam situasi-situasi komunikasi tertentu lambang-lambang yang dipergunakan dapat berupa kial (gesture), yakni gerak angggota tubuh, gambar, warna, dan lain sebagainya. (dalam Onong, 2003: 33)

  • Proses Komunikasi secara Sekunder

Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Komunikator menggunakan media kedua ini karena komunikan yang dijadikan sasaran komunikasinya jauh tempatnya atau banyak jumlahnya atau kedua-duanya, jauh dan banyak. Kalau komunikan jauh, dipergunakanlah surat atau telepon; jika banyak dipakailah perangkat pengeras suara; apabila jauh dan banyak; dipergunakan surat kabar, radio atau televisi. Komunikasi dalam proses secara sekunder ini semakin lama semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih, yang ditopang pula oleh teknologi-teknologi lainnya yang bukan teknologi komunikasi. (dalam Onong, 2003: 37-38)

BAB III.

METODE PENELITIAN

Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini telah akan dilakukan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Tipe Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan teknik survey.

Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang berjumlah ledih dari 3000 mahasiswa/orang.

Sampel

Dari populasi yang ada penulis menarik sampel sebanyak 200 mahasiswa yang menggunakan perkembangan teknologi . Sehingga peneliti menggunakan teknik sampling berstrata (stratified sampling). Teknik sampling berstrata adalah populasi yang dikelompokkan ke dalam kelompok atau kategori yang disebut strata

Universitas

Populasi

Sampel

UMSIDA

3000

200

Jumlah

3000

200

Tabel 1.1. Populasi dan Sampel

 

Teknik Pengumpulan Data

Primer

Data primer diperoleh dari pengumpulan kuisioner yang telah dijawab oleh responden. Instrumen penelitian yaitu kuisioner yang akan dibagikan kepada responden dan diisi sesuai data yang sebenarnya. Setelah pengisian data tersebut, instrumen penelitian dikumpul.

Sekunder

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder yang diperoleh dari referensi buku, internet, dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan cara peneliti berada diluar dari objek penelitian dan menjaga prinsip objektif, serta analisis datanya menggunakan uji statistik.

Analisis kuantitatif dengan metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana untuk melihat seberapa besar pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) dengan bantuan program SPSS.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: