CONTOH LPJ

Image

“GERAKAN PERUBAHAN BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK”

 

 

LATARBELAKAN

 

I.     Pendahuluan

Latihan kepemimpinan mahasiswa tingkat 1 (LKMT-1) merupakan langkah awal dalam berorganisasi bagi setiap Mahasiswa yang masuk dalam rana perubahan bemfa fisip perguruan tinggi Muhammadiyah. LKMT-1  dengan seluruh rangkaian acaranya merupakan pembentukan watak sebagi seorang pemimpin dalam berorganisasi. Dengan kata lain bahwa mahasiswa yang masuk dalam sebuah organisasi dibentuk untuk menjadi seorang pemimpin yang berkarakter sedikit banyak ditentukan oleh baik tidaknya pelaksanaan LKMT-1 di perguruan tinggi muhammadiyah tersebut. Pernyataan ini terkesan sangat ekstrim karena seolah-olah menafikan komponen lain dalam pembentukan kepribadian mahasiswa. Namun disadari atau tidak, pengalaman pertama yang diperoleh selama mengikuti LKMT-1 sangat berkesan bagi seorang Mahasiswa, yang pada gilirannya akan terekspresi dalam kehidupan kesehariannya di lingkungan kampus

LKMT-1 BEM FISIP di UMSIDA tahun 2012 dan seterusnya akan dititik beratkan pada upaya untuk membangun seorang pemimpin yang berkarakter, komitmen dalam akademik secara optimal dan konsisten. Hal ini diperlukan untuk menghindari stigmatisasi LKMT-1 sebagai ajang eksistensi belaka atau digunakan untuk kepentingan lain yang bertentangan dengan tujuan pelaksanaan LKMT-1 FISIP  pada UMSIDA.

Dalam kerangka itulah Pengajuan Proposal ini disampaikan dengan maksud untuk menjadi pertimbangan kepada semua pihak yang terkait dengan pelaksanaan LKMT-1 , baik panitia, pemateri, pemandu/ pendamping, pemantau dan pimpinan di tingkat fakultas maupun Universitas.

NAMA & BENTUK KEGIATAN

Nama kegiatan ini adalah :

“LATIHAN KEPEMIMPINAN MAHASISWA TINGKAT 1 ( LKMT-1 )

BADAN EKSEKUTIF MAHASISWA FISIP  PRIODE 2012 – 2013
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO”

TEMA KEGIATAN

Tema kegiatan ini adalah :

“PERUBAHAN GERAKAN BEM FISIP”

TUJUAN &TARGET KEGIATAN

v  Tujuan kegiatan ini adalah :

1.      Meningkatkan koordinasi antar sesama.

2.      Membentuk generasi fisip yang kontributif dan intelektual.

v  Target kegiatan ini adalah :

1.      Memantapkan nilai-nilai ideologis.

2.      Menumbuhkan wacana intelektualitas.

3.      Menumbuhkan kerangka berfikir secara sistematis.

4.      Terbentuknya kesadaran keislaman dalam setiap aktivitas

5.      Dan pembentukan kepribadian yang berkarakter

LANDASAN

v  Landasan Nilai / Etik

1.      Al quran & as sunnah

v  Landasan Hukum

1.      Pancasila & UUD 1945.

2.      UU No.8 1985 Tentang Ke-Ormasan

v  Landasan formal organisasi

1.      AD/ ART Organisasi Internal UMSIDA

2.      Program/ rancangan kegiatan BEMFA di UMSIDA

 

WAKTU &TEMPAT

Kegiatan ini di laksanakan pada :

            Hari                 : Sabtu – Minggu

            Tanggal           : 8-9 Desember 2012

            Tempat            : Vila Alba Komplek Dandung Tretes – Pandaan

KEINSTRUKTURAN & PANITIA PENDAMPING

v  Instruktur BEM adalah :

1.      2 Orang Master Of Tranning.

2.      20 Orang panitia (BEMFA-fisip)

SUSUNAN KEPANITIAAN

            Terlampir

ESTIMASI DANA

            Terlampir

MANUAL ACARA

          Terlampir

PENUTUP

            Demikian Laporan Pertanggung jawaban kegiatan Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat 1 ( LKMT-1 ) Mahasiswa Fakultas Fisip UMSIDA yang kami susun sebagai landasan praksis dalam peningkatan kerjasama antar anggota yang kami laksanakan, Sebagai dasar pertimbangan bagi seluruh pihak yang berkenan membantu kegiatan ini. Atas segala kekurangan dan kelemahan kami sampaikan mohon maaf.

Billahi fii sabililhaq fastabiqul khairat

Wassalammualaikum wr .wb


 

 

 

 

Mengetahui,

 

KETUA PELAKSANA

LKMT-1

 

 

 

Andik Eko Susilo

NIM. 112022000020

KETUA BEM-FA FISIP

Gubernur Mahasiswa

Bagoes Asmara Dwipa

NIM. 112022000019

 

 

 

Menyetujui,

 

 

DEKAN

Fakultas Fisip

 

 

 

Totok Wahyu Abadi, M.Si

 

 

KETUA BEM UNIVERSITAS

Presiden Mahasiswa

 

 

 

Andhika Hendrastama

NIM. 08.10802.00219

 


 

Lampiran 1

SUSUNAN KEPANITIAAN LKMT-1

BADAN EKSEKUTIF  MAHASISWA FAKULTAS FISIP

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

PRIODE 2012 – 2013

Pelindung                                : Andhika Hendrastama

  (Presiden Mahasiswa UMSIDA)

Penaggung Jawab                   : Bagoes Asmara Dwipa

                                                  (Gubernur Mahasiswa Fakultas Fisip UMSIDA)

NO

JABATAN

NAMA

NIM

1

Ketua pelaksana

Andik  Eko  Susilo

112022000020

2

Sekretaris

Ari Windiarto

112022000014

3

Bendahara

Kustianiningsih

112022000007

Diana Octavia H.

112020100019

4

Sie  Acara

Dewi P.

112020100026

Delia

102022000002

Richa Ariestiana

092022000009

5

Sie  PubDekDok

Muchson D Fatoni

112022000031

Tatang Y Zakaria

112022000016

6

Sie  Perlengkapan

Farik Mulyono

112022000022

Yaniar Larasati

092020100002

Ferry

102022000025

7

Sie  Konsumsi

Candra Eka P.

112020100007

Yusron Irfa’i

112022000014

8

Sie  Keamanan

Didik Prasetyo

112022000009

Indra

092022000019

Zen Abidin

092022000004

Panca Wardana

112022000008

Arie Sarifudin

112022000001

 

Lampiran 2

ESTIMASI DANA

PEMASUKAN

NO.

URAIAN

JENIS

JUMLAH

1

PEMASUKAN

 

 

Dana Dari Fakultas

Rp. 1.000.000,-

 

SUB TOTAL

Rp 1.000.000,-

 

PENGELUARAN

NO.

URAIAN KEBUTUHAN

VOL

HARGA SATUAN

SUB JUMLAH

I

KESEKRETARIATAN *

1

Foto Copy Modul materi

420 Lembar

Rp. 150,-

Rp.        63.000,-

2

Sepidol Besar

1  Buah

Rp. 10.000,-

Rp.        10.000,-

3

Tinta bak

1  Buah

Rp. 3.000,-

Rp.          3.000,-

4

Bak stampel

1 Buah

Rp. 4.500,-

Rp.          4.500,-

5

Kertas Manila

2  Buah

Rp. 1.400,-

Rp.          2.800,-

 

JUMLAH

Rp.       83.300,-

II

PERLENGKAPAN *

 

 

 

6

ID Card MikaPeserta

1 Pack

Rp.11.000,-

Rp.        11.000,-

7

Tali ID Card

2 LS

Rp. 12.600,-

Rp.        25.200,-

8

Pigura Pemateri

1 Buah

Rp. 29.000,-

Rp.       29.000,-

9

Kotak P3K

1 Pack

Rp. 25.000,-

Rp.       25.000,-

10

Tambaha Obat – obatan

4 macam

Rp. 18.300,-

Rp.       18.300,-

11

Kain Putih

2.5 Meter

Rp. 5.000,-

Rp.       12.500,-

JUMLAH

Rp.    121.000,-

III

KONSUMSI *

12

Roti Pemateri dan tamu

9 Buah

Rp.3.400,-

Rp.      30.600,-

13

Aqua Galon

1 Buah

Rp. 11.900,-

Rp.      11.900,-

14

Aqua botol besar

5 Buah

Rp. 4.000,-

Rp.      20.000,-

15

Club air mineral gelas

2 Dos

Rp. 15.500,-

Rp.       31.000,-

16

Nasi Bungkus (Sabtu – Minggu) / 4x

80 Orang 

Rp. 5000,-

Rp. 1.600.000,-

JUMLAH

Rp. 1.693.500,-

TOTAL

Rp. 1.897.800,-

 

 

 

 

Lampiran 3

MANUAL ACARA

8 – 9  Desember 2012

HARI

WAKTU

AGENDA

PENANGUNG JAWAB

Sabtu

08-12-2012

05.30-06.30

Kumpul dikampus dan berangkat

panitia

08.30-09.00

Tiba di Vila dan check in peserta

panitia

09.00-10.00

Pembukaan dan Kontrak belajar

panitia

10.00-11.00

Istirahat

Panitia + peserta

11.00-12.30

Materi I

KeIslaman

Dr Hj. Sri Ayu Astuti SH. M.Hum

12.30-13.30

ISHOMA

Panitia + peserta

13.30-14.30

Materi II

Kepemimpinan dan Keorganisasian

Yuslifar

14.30-15.30

Materi III

Retorika Politik

Ghozi

15.30-16.30

Games

panitia

16.30-18.30

ISHOMA

Panitia + peserta

18.30-20.30

Materi IV

Analisis Sosial

Selamet

20.30-21.30

Materi V

Filteri Media

Faizal

21.30-23.30

Istirahat

Panitia + peserta

24.00-04.00

Refleksi

panitia

Minggu

09-12-2012

04.30-06.30

Sholat + Bersih diri

Panitia + peserta

06.30-07.30

Makan pagi (Sarapan)

Panitia + peserta

07.30-09.00

Games

Panitia

09.00-12.00

Materi VI

Teknik Sidang

R Arief Perdana

12.00-14.00

Ramah Tamah + Makan siang

Panitia + peserta

14.00-…..

Check Out Peserta dan Pulang

Panitia + peserta

DAFTAR PESERTA LKMT – 1

2012-2013

NO

NAMA

JURUSAN

NIM

1

Ainun Sholihah

Adm Neg

122020100001

2

Beny Susanto

Adm Neg

122020100002

3

Indah Lestari Ningsih

Adm Neg

122020100003

4

Moch Aringga P

Adm Neg

122020100005

5

Ayu Varia Agustin

Adm Neg

122020100007

6

Yufi Muzakky

Adm Neg

122020100008

7

Rizka Ismianingtyas

Adm Neg

122020100009

8

Islamic Nur Fajrriyah

Adm Neg

122020100010

9

Ali Firdaus

Adm Neg

122020100011

10

Adi Susilo

Adm Neg

122020100012

11

Lailul Makmudah

Adm Neg

122020100014

12

Reza Shintia Eka W

Adm Neg

122020100015

13

Ahmad Najri Hidayat

Adm Neg

122020100016

14

Lenita Eka Ardiyani

Adm Neg

122020100017

15

Moh Nur Zaini

Adm Neg

122020100018

16

Dwi Purnama Sari

Adm Neg

122020100020

17

Evi Setyowati

Adm Neg

 

18

Amin Tohari

Adm Neg

 

19

Ganes Witjaksono

Adm Neg

122020100023

20

Ashabul Khafi

Adm Neg

 

21

Agus Supriyanto

Komunikasi

122022000002

22

Muh Ary Hardiansyah

Komunikasi

122022000003

23

Yanwar  Abi Duha

Komunikasi

122022000004

24

Moch Endi Pratama P

Komunikasi

122022000005

25

Afrilia Ernas N

Komunikasi

122022000006

26

Rakhmadoni Margasena

Komunikasi

122022000008

27

Febriyanti Rahayu T

Komunikasi

122022000011

28

Selamet Budiono

Komunikasi

122022000013

29

Syahrial Septia S

Komunikasi

122022000015

30

Angger Siswanto

Komunikasi

122022000017

\

DAFTAR PESERTA LKMT – 1

2012-2013

NO

NAMA

JURUSAN

NIM

 

31

Alif Teja Kusuma

Komunikasi

122022000020

32

M. Andi Fikri

Komunikasi

122022000024

33

Morient Sugiarto

Komunikasi

122022000027

34

Alfi Teja Kusuma

Komunikasi

122022000028

35

Aprilia Citra P

Komunikasi

122022000032

36

Isdiati Maryam

Komunikasi

122022000033

37

Dewi Novita Sari

Komunikasi

122022000035

38

Ryanda  Ramadhan

Komunikasi

122022000036

39

Eryani Dwi Untari

Komunikasi

122022000039

40

Adi Imron Susanto

Komunikasi

122022000040

41

Ruddy Purnama

Komunikasi

122022000041

42

Dodik Purnomo

Komunikasi

122022000042

43

Angga Ariyanto

Komunikasi

122022000043

44

Moch Nur Cholis

Komunikasi

 

45

Dimas Prasetyo

Komunikasi

 

46

Arif Fathur Rochman

Komunikasi

 

47

Irfan Sarifudin

Komunikasi

122022000047

48

Nita Setyawati

Komunikasi

122022000048

49

Moh Hanifudin P

Komunikasi

122022000049

50

Yunda Hatma E

Komunikasi

 

51

Azharul Amin

Komunikasi

 

52

Galuh Novita Emasari

Komunikasi

 

TAMU fISIP

NO

NAMA

Sebagai

 

NO

NAMA

Sebagai

1

Andika (Presma)

Tamu

 

6

Erik

Tamu

2

Hamdan Toyiban

Tamu

 

7

Zen Amrul

Tamu

3

Yuslifar

Tamu+ Pemateri

 

8

Reki

Tamu

4

Arief  Perdana

Tamu+ Pemateri

 

9

 

Tamu

5

Selamet

Tamu+ Pemateri

 

10

Tamu

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Muted group theory Of Cheris Kramarae

 

Image 

Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

(UMSIDA)

 

Muted group theory

 

 

Llatar belakang

 

            Ide dari teori grup terdengar berasal dari Ardener antropolog sosial Edwin dari Oxford University pada 1970-an. Dalam Kepercayaan dan Masalah Perempuanpungkasnya etnografer banyak diklaim untuk memahami masyarakat tetapi hanya informasi berbasis dari temuan dari penduduk laki-laki. Para peneliti kemudian akan menggunakan data ini untuk mewakili budaya secara keseluruhan, meninggalkan perspektif perempuan, anak-anak dan kelompok-kelompok lain yang dibuat bersuara oleh hirarki budaya. Ardener menulis: Mereka yang terlatih dalam etnografi jelas memiliki bias terhadap jenis model yang laki-laki siap untuk memberikan (atau setuju dalam) daripada terhadap setiap bahwa perempuan mungkin memberikan.”

Kelompok Teori Teredam dan Komunikasi                                                         (Muted group theory and Communication)

            Cheris Kramarae adalah teori utama di balik teori grup diredam untuk studi komunikasi. Dia adalah seorang profesor dan mantan direktur Studi Wanita di University of Illinois di Urbana-Champaign. Dia juga memiliki banyak dosen tamu dan dosen janji di Cina, Belanda, Inggris, Afrika Selatan, dan Jerman. Kramarae juga menjabat sebagai dekan internasional di Universitas Wanita Internasional. Ide utamanya dari teori grup diredam adalah bahwa komunikasi diciptakan oleh laki-laki dan memungkinkan mereka untuk memiliki keuntungan lebih dari wanita. Perempuan harus terus-menerus bermain dalam aturan bahasa manusia, tidak pernah memiliki kata-kata sendiri untuk mengungkapkan pikiran mereka. [1]

 

            Kramarae menyatakan, “Bahasa dari suatu budaya tertentu tidak melayani semua pembicara yang sama, karena tidak semua pembicara berkontribusi dengan cara yang sama dengan formulasinya. Perempuan (dan anggota kelompok subordinat lainnya) tidak sebebas atau mampu sebagai laki-laki untuk mengatakan apa yang mereka inginkan, karena kata-kata dan norma-norma untuk penggunaan mereka telah dirumuskan oleh kelompok dominan, laki-laki (hal. 454). “dia juga percaya bahwa pria dan wanita sangat berbeda dan dengan demikian perempuan akan memandang dunia secara berbeda dari laki-laki tidak hanya perempuan melihat dunia secara berbeda,. tetapi mereka juga memiliki kelemahan dalam masyarakat. Kramerae percaya bahwa komunikasi antara pria dan wanita tidak berada pada tingkat bahkan. hal ini karena bahasa diciptakan oleh pria. hal ini membuat lebih mudah bagi orang untuk berkomunikasi.

 

Pria Memiliki Control Selama Komunikasi                                                                                             (The Control Men Have Over Communication)


            Kramarae percaya bahwa komunikasi mengontrol manusia karena manusia diciptakan bahasa. Hal ini membuat perempuan pada posisi yang kurang menguntungkan karena mereka selalu menggunakan kata-kata seorang pria untuk menggambarkan pikiran dan perasaan wanita. Menggunakan kata-kata pria adalah merugikan perempuan karena Kramarae percaya bahwa “Perempuan memandang dunia secara berbeda dari laki-laki karena perempuan dan laki-laki pengalaman yang berbeda dan kegiatan berakar pada pembagian kerja” (hal. 456). Dia juga percaya bahwa pria dan wanita sangat berbeda dan dengan demikian akan memandang dunia secara berbeda dari laki-laki.


            Kramerae percaya bahwa komunikasi antara pria dan wanita tidak pada tingkat yang bahkan. Hal ini karena bahasa adalah buatan manusia. Hal ini membuat lebih mudah bagi pria untuk berkomunikasi atas perempuan. Teori interaksionisme simbolis percaya bahwa ‘tingkat mengetahui adalah tingkat penamaan (pg 462). ” Ketika menerapkan ini ke grup diredam, ini berarti wanita memiliki kelemahan ekstrim atas laki-laki karena mereka adalah namers.
Kramarae juga menjelaskan bahwa kontrol laki-laki atas bahasa telah menghasilkan kelimpahan kata menghina bagi perempuan dan pola bicara mereka. Beberapa di antaranya adalah nama-nama seperti pelacur, pelacur, mudah berbaring bersama dengan pola bicara seperti bergosip, merengek, dan mengeluh. Pria, namun memiliki nama yang jauh lebih sedikit untuk menggambarkan diri mereka dan kebanyakan dari mereka terlihat dalam cahaya yang positif / seksual. Ini termasuk kata-kata seperti stud, pemain, dan germo (hal. 465). Kramarae menunjukkan kata-kata berbahaya membentuk realitas kita. Dia percaya bahwa “kata-kata terus-menerus diabaikan akhirnya bisa datang menjadi tak terucap dan bahkan mungkin terpikirkan.” Hal ini dapat menyebabkan perempuan untuk meragukan diri mereka sendiri dan niat dari perasaan mereka (hal. 465). Perempuan berada pada posisi yang kurang menguntungkan sekali lagi. Jika seorang pria memiliki pasangan seksual yang dapat dilihat sebagai kata-kata dinyatakan sebelumnya. Namun kata-kata ini tidak memiliki konotasi negatif. Jika wanita memiliki beberapa mitra seksual, kata-kata untuk menggambarkan dirinya jauh berbeda dari kata-kata untuk menggambarkan seorang pria. Ini membawa konotasi negatif.


            Kramarae juga mengatakan bahwa perempuan harus memilih kata-kata mereka dengan hati-hati di depan umum. Hal ini karena menurut Kramarae “apa yang wanita ingin katakan dan dapat mengatakan terbaik tidak bisa dikatakan mudah karena template bahasa tidak membuat mereka sendiri” (hal. 459). “Contoh lain dari Kramarae bahasa didominasi laki-laki membawa adalah bahwa dalam berbicara di depan umum, kebanyakan wanita sering menggunakan olahraga dan analogi perang (hal kebanyakan wanita biasanya tidak mengasosiasikan diri) untuk berhubungan dengan penonton laki-laki mereka. Wanita melakukan ini untuk mencapai tujuan mereka mendapatkan maju dalam kehidupan. Ini, mereka merasa, sulit jika mereka tidak gigi pidato mereka terhadap laki-laki, menggunakan kata-kata dan analogi yang mereka dapat berhubungan. Ini berasal dari pasar yang didominasi oleh laki-laki begitu lama. Hampir semua penulis terkemuka, teori, dan ilmuwan secara historis laki-laki. Hal ini memungkinkan bagi mereka untuk memberi perempuan “fakta” mereka harus percaya tentang masyarakat dan kehidupan pada umumnya “[2].


            Kramarae percaya bahwa “laki-laki lebih sulit daripada perempuan dalam memahami apa yang anggota dari jenis kelamin lain berarti.” Spender Dale dari Perempuan Triwulanan Studi Internasional memberikan wawasan pernyataan Kramarae dengan menambahkan gagasan bahwa banyak pria menyadari dengan mendengarkan perempuan mereka akan mencabut beberapa kekuasaan dan hak istimewa. “Masalah penting di sini adalah bahwa jika perempuan berhenti diredam, pria berhenti menjadi begitu dominan dan beberapa laki-laki ini mungkin tampak tidak adil karena itu merupakan hilangnya hak.” Seorang laki-laki dengan mudah dapat menghindari masalah ini dengan hanya menyatakan “I ‘ tidak akan pernah mengerti wanita “(hal. 461).

 

 

Sebagaipenjaga gerbangkomunikasi 

(As the gatekeepers of communication)

            Gatekeeper adalah editor dan arbiter lain dari budaya yang menentukan buku, esai, puisi, drama, skenario film, dll akan muncul di media massa.” Menurut Kramarae, wanita yang terkunci keluar dari bisnis penerbitan sampai tahun 1970. Perempuan tidak memiliki pengaruh terhadap media massa dan tidak sering ditemukan benar terwakili dalam sejarah. Pria menjadi penjaga gerbang mampu menggunakan media untuk keuntungan mereka semua sementara mematikan perempuan (hal. 457). Kramerae memberikan contoh penjaga gerbang ketika ia menikah dengan suaminya. Di Ohio selama masa pernikahannya, seorang wanita harus mengambil nama belakang suaminya oleh hukum. Cheris sekarang Cheris Rae Kramer. Ketika hukum berubah, dia memutuskan untuk mengubah namanya menjadi Kramerae, kombinasi dari keduanya. Dia ingin pilihan untuk memutuskan apakah atau tidak dia bisa mengubah namanya tapi diredam untuk beberapa waktu.

 

Kelompok Teori Teredam dan Internet

(Muted group theory and the Internet)


            Kramarae telah melakukan penelitian tentang internet untuk menguji apakah pria penjaga gawang dan mengendalikan perangkat semacam itu banyak digunakan. Penelitian Kramarae yang mengarah ke keyakinan bahwa tradisional dibentuk dari teori kelompok diredam ada di internet juga. Hampir semua pencipta asli dari internet di tahun 1970-an dan 1980-an adalah laki-laki. Saat ini ada sekitar split 50/50 pada penggunaan internet antara pria dan wanita. Namun, semua tulang-tulang lunak dan setup internet dipandang sebagai maskulin. Pria juga mendominasi bidang teknologi menyebabkan perempuan untuk terus menjadi terpinggirkan. Banyak metafora yang digunakan untuk menggambarkan internet adalah maskulin. Istilah-istilah maskulin seperti superhighway informasi, perbatasan baru, dan komunitas global mempengaruhi cara bahwa kelompok diredam merasa tentang internet. Kramarae percaya bahwa internet adalah di jalur untuk menjadi lebih merata seimbang antara pria dan wanita. Dia berpikir dengan kemajuan dari blog, wiki, dan pendidikan online yang perempuan akan memiliki suara yang lebih kuat (hal. 457-458). Mereka mampu menyuarakan pendapat mereka dalam bentuk bervariasi dari teknologi dan dapat berhubungan dengan perempuan lain dengan cara mereka sendiri.


            Barzilai-Nahon Network Gatekeeper Teori (NGT), yang teorinya membantu membawa konsep gatekeeping ke dunia jaringan. Barzilai-Nahon didorong untuk mengembangkan NGT karena literatur gatekeeping tradisional mengabaikan peran terjaga keamanannya sehingga gagal untuk mengenali dinamika lingkungan gatekeeping. Sini yang paling relevan tidak hanya NGT dikembangkan secara khusus dengan internet dalam pikiran, tetapi bergerak gatekeeping dari fokus tradisional pada ‘pemilihan’ informasi, ‘proses’, ‘distribusi’ dan ‘perantara’ untuk ‘mengendalikan informasi':


            • Akhirnya, konteks informasi dan jaringan membuat perlu untuk memeriksa kembali         kosakata gatekeeping, bergerak dari proses seleksi (Komunikasi), distribusi informasi            dan perlindungan (Ilmu Informasi), dan perantara informasi (Ilmu Manajemen) untuk           lebih fleksibel membangun kontrol informasi, yang memungkinkan masuknya lebih             banyak jenis penanganan informasi yang telah terjadi sebelum dan jenis baru yang        terjadi karena jaringan. [3]


            NGT membantu mengidentifikasi proses dan mekanisme yang digunakan untuk gatekeeping, dan terutama menyoroti kontrol informasi sebagai benang yang mengikat gatekeeperstogether berbagai online. Dalam NGT, tindakan gatekeeping melibatkan gatekeeper dan terjaga keamanannya, pergerakan informasi melalui gerbang, dan penggunaan proses gatekeeping dan mekanisme. Sebuah proses gatekeeping melibatkan melakukan beberapa hal berikut: memilih, menyalurkan, membentuk, memanipulasi dan menghapus informasi. Sebagai contoh, proses gatekeeping mungkin melibatkan memilih mana informasi untuk mempublikasikan, atau menyalurkan informasi melalui saluran, atau menghapus informasi dengan menghapus, atau membentuk informasi ke dalam bentuk tertentu. Taksonomi nya mekanisme untuk gatekeeping sangat berguna. Mekanisme meliputi, misalnya, penyaluran (search engine yaitu, hyperlink), sensor (yaitu penyaringan, memblokir, zoning), nilai tambah (alat kustomisasi yaitu), infrastruktur (yaitu akses jaringan), interaksi pengguna (homepage standar yaitu, hypertext link), dan mekanisme editorial (kontrol teknis yaitu, isi informasi). [4]

Berbicara di depan umum: A Dictionary Feminis

            Kramarae menyatakan bahwa dalam rangka untuk mengubah status grup diredam kita juga perlu mengubah kamus. Kamus tradisional mengandalkan sebagian besar informasi mereka datang dari sumber-sumber sastra laki-laki. Sumber-sumber laki-laki memiliki kekuatan untuk mengecualikan kata-kata penting dan dibuat oleh perempuan. Melanjutkan ide ini, Kramarae dan Paula Treichler menciptakan sebuah kamus feminis dengan kata-kata mereka percaya Merriam-Webster didefinisikan pada ide-ide laki-laki. Misalnya, kata ‘cuckold’ didefinisikan sebagai ‘suami dari istri yang tidak setia’ di Merriam Webster. Namun, tidak ada istilah untuk seorang istri yang memiliki suami tidak setia. Dia hanya disebut istri. Contoh lain Kramarae didefinisikan adalah ‘boneka’. Kata Dia mendefinisikan ‘boneka’ sebagai ‘teman bermain mainan yang diberikan kepada, atau dibuat oleh anak-anak. Beberapa laki-laki dewasa terus masa kecil mereka dengan label perempuan dewasa sahabat “boneka.” Kamus feminis mencakup sampai 2.500 kata untuk menekankan kemampuan linguistik perempuan dan perempuan untuk memberikan kata-kata pemberdayaan dan mengubah status mereka diredam. (Hal. 461)


Pelecehan Seksual

            Pelecehan seksual adalah ‘pemaksaan yang tidak diinginkan dari persyaratan seksual dalam konteks hubungan kekuasaan yang tidak setara’. Pelecehan seksual adalah istilah-satunya hukum yang didefinisikan oleh perempuan sesuai Kramarae. Ini pertama kali digunakan dalam kasus pengadilan pada akhir tahun 1970 (hal. 463). Di masa lalu, beberapa wanita menerima perhatian yang tidak diinginkan dari laki-laki. Ketika perempuan dihadapkan atau meminta orang-orang untuk berhenti, mereka sering diabaikan. Dengan perkembangan perempuan ‘pelecehan seksual’ istilah dapat berbicara. Kramerae masih percaya ada perjuangan ketika perempuan menciptakan istilah dan ada perjuangan untuk membuatnya bekerja pada seorang pria membuat bahasa.

Kelompok Teori diredam diBudaya                                                                   (Muted group theory across Cultures)

            Mark Orbe adalah teori komunikasi yang telah memperluas karya Kramarae di grup teori teredam untuk Afrika-Amerika laki-laki dan kelompok lainnya terdiri dari berbagai budaya. Orbe, dalam bukunya “Penelitian Afrika-Amerika komunikasi: Menuju pemahaman yang lebih dalam komunikasi antaretnis” artikel (1995) dan “Membangun co-budaya teori: Sebuah penjelasan budaya, listrik, dan komunikasi” (1998), fleshed keluar dua ekstensi penting dari teori grup teredam:

            • Mematikan seperti yang dijelaskan dalam teori kelompok diredam dapat diterapkan        pada kelompok budaya banyak. Orbe (1995) menyatakan bahwa penelitian yang     dilakukan oleh budaya Eropa yang dominan putih telah menciptakan pemandangan           Afrika-Amerika komunikasi “yang mempromosikan ilusi bahwa semua Afrika-            Amerika, berkomunikasi tanpa memandang jenis kelamin, umur, kelas, atau orientasi          seksual, dalam sejenis cara “(hal. 2).    
            • Tidak hanya ada satu cara yang anggota kelompok diredam dapat menangani posisi        mereka dalam budaya yang dominan. Orbe mengidentifikasi 26 tindakan yang      berbeda yang anggota kelompok diredam memilih dari dalam berurusan dengan            struktur dan     pesan dari masyarakat yang dominan. Orbe mengatakan bahwa tindakan yang dipilih tergantung pada pengalaman-pengalaman sebelumnya, konteks,       kemampuan individu dan biaya yang dirasakan dan manfaat. Beberapa contoh   tindakan yang anggota kelompok teredam dapat memilih dari adalah: menekankan       persamaan dan mengecilkan perbedaan budaya, mendidik orang lain tentang norma-norma kelompok diredam, dan menghindari anggota kelompok yang dominan.

            Dalam mengembangkan “Co-Budaya Teori Komunikasi,” berfokus pada bagaimana Orbe berbeda underpresented anggota kelompok menegosiasikan status kelompok diredam mereka. Menurut karyanya, ini negosiasi konstan termasuk sisa diredam, tetapi juga mengidentifikasi berbagai cara di mana individu mendapatkan suara dalam konteks yang berbeda.
Kramarae membuka pintu untuk penerapan teori grup diredam dengan isu-isu di luar perbedaan gender termasuk “berbagai perbedaan meminggirkan lain juga termasuk ras, usia seksualitas, dan kelas.” Gendrin dalam studinya wanita tunawisma
[5] dan Orbe dalam studinya tentang pria Amerika Afrika menekankan bahwa tidak hanya perempuan, tetapi setiap kelompok di luar arus utama lebih mungkin untuk diredam. [6] [7]

            Orbe melangkah lebih jauh untuk memajukan kepentingan dalam menilai “bagaimana individu [sic] dan kolektif kecil bekerja sama untuk menegosiasikan kelompok diredam status”. [8] Sebagai Wood maju, teori grup diredam berfokus pada kekuatan untuk nama pengalaman, tugas biasanya kiri ke kelompok dominan. [9] Barat dan Turner menyimpulkan bahwa poin teori diredam kelompok keluar masalah dengan status quo dan menyarankan cara-cara untuk mengatasinya [10]. [11]

Kritik dari teori grup diredam                                                                  (Critiques of muted group theory)

            Deborah Tannen dengan teori bahwa Teori Genderlect dibuat mengkritik sarjana feminis seperti Kramarae untuk mengasumsikan bahwa pria berusaha untuk mengontrol perempuan. Tannen mengakui bahwa perbedaan dalam gaya komunikasi pria dan wanita kadang-kadang menyebabkan ketidakseimbangan kekuasaan, tapi tidak seperti Kramarae, dia bersedia untuk menganggap bahwa masalah ini disebabkan terutama oleh laki-laki dan perempuan yang berbeda gaya. Kaki catatan 36 Tannen memperingatkan pembaca bahwa “perasaan buruk dan imputasi motif buruk atau karakter buruk dapat terjadi ketika ada niat untuk mendominasi, untuk memegang kekuasaan (hal. 464). Kramerae berpikir pendapat Tannen adalah palsu. Dia percaya meremehkan laki-laki dan mengabaikan perempuan setiap kali mereka berbicara menentang yang diredam. Kedua teori percaya mematikan adalah terlibat, tetapi mereka melihatnya dari sudut pandang yang berbeda.

            Ardener edwin melihat bahwa teori grup diredam memiliki pragmatis serta potensi analitis [12] Ardener Edwin selalu menyatakan bahwa teori grup diredam bukan hanya, atau bahkan terutama, tentang wanita -. Meskipun perempuan terdiri kasus mencolok di titik. Bahkan ia juga menarik pada pengalaman pribadinya sebagai seorang anak (intelektual) sensitif di kalangan hangat (sportif) anak laki-laki di sekolah semua anak laki-laki di London sekunder. Sebagai hasil dari pertemuan awal dengan anak laki-laki, setelah ia diidentifikasi dengan kelompok lain dalam masyarakat untuk siapa diri-ekspresi dibatasi. [13]

            Adalah kelompok diredam keluar tanggal? Pada 1970-an dan 1980-an teori kelompok diredam menantang status quo, kaum akademisi setidaknya. Sementara banyak wanita membaca dan mendiskusikan teori pikir itu masuk akal dari kehidupan mereka sendiri, akademisi lain pikir itu tidak benar-teoritis dan politik. Itu pasti tidak seperti salah satu teori dalam teks-teks pengantar komunikasi itu. Itu cukup radikal. Jika teori grup diredam sekarang tidak menyenangkan seperti sekali tampaknya, hal ini disebabkan sebagian kesuksesan dan keberhasilan teori dan tindakan yang berhubungan dengan itu. Shirley dan Edwin Ardener menyarankan bahwa ada “mode dominan ekspresi dalam setiap masyarakat yang telah dihasilkan oleh struktur yang dominan di dalamnya” (E. Ardener 1975, 20). Mereka menulis bahwa perempuan, karena tempat struktural mereka dalam masyarakat, memiliki model yang berbeda dari realitas. Perspektif mereka “diredam” karena mereka tidak membentuk bagian dari sistem komunikasi dominan masyarakat. [14]

 

 

 

 

References

Footnotes

1.      Kramarae, Cheris. “Cheris Kramarae”.

2.      VanGorp, Ericka. “Muted Group Theory”.

3.      Barzilai-Nahon, K. (2008). “Toward a Theory of Network Gatekeeping: A Framework for Exploring Information Control”. Journal of the American Society for Information Science and Technology 59 (9).

4.      Laidlaw, Emily (November 2010). International Review of Law, Computers & Technology 24 (3): 263–276.

5.      Gendrin, D (2000). “Homeless women’s inner voices: Friends or foes?”. Hearing many voices.

6.      Orbe, MP (1998). “Constructions of reality on MTV’s “The Real World”: An analysis of the restrictive coding of black masculinity.”. Southern Communication Journal 18: 23–43.

7.      Orbe, M.P. (1998). “Explicating a co-cultural communication theoretical model.”. African American communication and identities: Essential reading. readings. Thousand Oakes, CA: Sage.

8.      Orbe, M.P. (2005). “Continuing the legacy of theorizing from the margins: Conceptualizations of co-cultural theory.”. Women and Language 28 (2): 65–66.

9.      Wood, J.T. (2005). “Feminist standpoint theory and muted group theory: Commonalities and divergences.”. Women and Language 28 (2): 61–65.

10.  West, R.L. (2010). Introducing communication theory: Analysis and application. Columbus, OH: McGraw-Hill.

11.  Ballard-Reisch, Deborah (2010). “Muted groups in health communication policy and practice: The case of older adults in rural and frontier areas.”. Women and Language 33 (2): 87–93.

12.  Ardener, Shirley; Edwin Ardener (2005). “”Muted Groups”: The genesis of an idea and its praxis.”. Women and Language 28 (2): 51.

13.  Ardener, Shirley; Edwin Ardener (2005). “”Muted Groups”: The genesis of an idea and its praxis.”. Women and Language 28 (2): 51.

14.  kramarae, Cheris (2005). “Muted Group Theory and Communication: Asking Dangerous Questions”. Women and Language 28 (2): 56.

Bibliography

  • Ardener, E. (1975). Belief and the problem of women. Ardener, Shirley (Ed.), Perceiving women (1-17). London: Malaby Press.
  • Griffin, E. (2009). A First Look At Communication Theory. 35, 454-465. New York: McGraw-Hill
  • Muted Group Theory: Past, Present and Future, excerpts. (2005). Women and Language, 18:2, 55-60.
  • Orbe, M.P. (1995). African American communication research: Toward a deeper understanding of interethnic communication. Western Journal of Communication, 59, 61-78.
  • Orbe, M.P. (1998), Constructing co-cultural theory: An explication of culture, power, and communication. Thousand Oaks, CA: Sage.
  • Wall, C. and Gannon-Leary, P. (1999) A sentence made by men: muted group theory revisited. European Journal of Women’s Studies 6(1), 21-29.
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

MAKALAH SISTEM PERS PANCASILA DAN PENERAPANYA

 

Image

DISUSUN OLEH :

ANSIK  EKO SUSILO  (112022000020 )

 

 

UNIVERSITAS  MUHAMMADIYAH  SIDOARJO

( U M S I D A)

 

 

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, karena berkat rahmat dan hidayah-Nya, saya bisa menyusun dan menyajikan makalah yang berisi tentang Pers Pancasila salah satu tugas kuliah. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Adi Iqbal, S.Sos selaku dosen mata kuliah Sejarah Pers Nasional yang telah memberikan bimbingannya kepada penulis dalam proses penyusunan makalah ini. Tak lupa penulis mengucapkan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah memberikan dorongan dan motivasi.

            Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih terdapat banyak kekurangan dan jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik serta saran yang membangun guna menyempurnakan makalah ini dan dapat menjadi acuan dalam menyusun makalah-makalah atau tugas-tugas selanjutnya.

            Penulis juga memohon maaf apabila dalam penulisan makalah ini terdapat kesalahan pengetikan dan kekeliruan sehingga membingungkan pembaca dalam memahami maksud penulis.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

 

LATAR BELAKANG MASALAH

Seiring dengan laju perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, pers di Indonesia mengalami perkembangan yang demikian pesat. Liberalisasi dan globalisasi pun ternyata ikut andil bagi pergerakan pers di Indonesia.

Pers Pancasila di jadikan sebagai pedoman bagi perkembangan pers di Indonesia. Seiring berkembangnya waktu, keberadaan pers di Indonesia masa orde reformasi ini, mulai kehilanag arah dan pedoman. Mengingat keberadaan pancasila yang hingga saat ini masih berfungsi sebagai dasar filsafat kehidupan berbangsa dan bernegara, maka tidak ada salahnya jika kita menengok kembali kepada Pancasila untuk mendapatkan pedoman serta arahan bagi perkembangan Pers di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

 

A.                PENGERTIAN PERS

Istilah “pers” berasal dari bahasa Belanda, yang dalam bahasa Inggris berarti press. Secara harfiah pers berarti cetak dan secara maknawiah berarti penyiaran secara tercetak atau publikasi secara dicetak (printed publication).

Dalam perkembangannya pers mempunyai dua pengertian, yakni pers dalam pengertian luas dan pers dalam pengertian sempit. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua media komunikasi massa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan/ menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain. Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Dalam pengertian sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan yang melewati proses percetakan, seperti surat kabar harian, majalah mingguan, majalah tengah bulanan dan sebagainya yang dikenal sebagai media cetak.[1]

Pers mempunyai dua sisi kedudukan, yaitu: pertama ia merupakan medium komunikasi yang tertua di dunia, dan kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat, dan bukan merupakan unsur yang asing dan terpisah daripadanya. Dan sebagai lembaga masyarakat ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga- lembaga masyarakat lainnya.

Pers adalah kegiatan yang berhubungan dengan media dan masyarkat luas. Kegiatan tersebut mengacu pada kegiatan jurnalistik yang sifatnya mencari, menggali, mengumpulkan, mengolah materi, dan menerbitkanya berdasarkan sumber-sumber yang terpercaya dan valid.[2]

 

B.                 PENGERTIAN PANCASILA 

Kedudukan dan fungsi Pancasila jika dikaji secara ilmiah memiliki pengertian yang luas, baik dalam kedudukannya sebagai dasar negara, pandangan hidup bangsa, ideologi negara dan sebagai kepribadian bangsa bahkan dalam proses terjadinya, terdapat berbagai macam terminologi yang harus kita deskripsikan secara obyektif. Oleh karena itu untuk memahami Pancasila secara kronologis baik menyangkut rumusannya maupun peristilahannya maka pengertian Pancasila meliputi :

Pancasila berasal dari bahasa Sansekerta dari India,  menurut Muhammad Yamin dalam bahasa Sansekerta kata Pancasila memiliki dua macam arti secara leksikal, yaitu : Panca artinya lima, Syila artinya batu sendi, alas, dasar. Syiila artinya peraturan tingkah laku yang baik/senonoh.

Secara etimologis kata Pancasila berasal dari istilah Pancasyila yang memiliki arti secara harfiah dasar yang memiliki lima unsur. Kata Pancasila mula-mula terdapat dalam kepustakaan Budha di India. Dalam ajaran Budha terdapat ajaran moral untuk mencapai nirwana dengan melalui samadhi dan setiap golongan mempunyai kewajiban moral yang berbeda. Ajaran moral tersebut adalah Dasasyiila, Saptasyiila, Pancasyiila. Pancasyiila menurut Budha merupakan lima aturan (five moral principle) yang harus ditaati, meliputi larangan membunuh, mencuri, berzina, berdusta dan larangan minum-minuman keras.

Melalui penyebaran agama Hindu dan Budha, kebudayaan India masuk ke Indonesia sehingga ajaran Pancasyiila masuk kepustakaan Jawa terutama jaman Majapahit yaitu dalam buku syair pujian Negara Kertagama karangan Empu Prapanca disebutkan raja menjalankan dengan setia ke lima pantangan (Pancasila). Setelah Majapahit runtuh dan agama Islam tersebar, sisa-sisa pengaruh ajaran moral Budha (Pancasila) masih dikenal masyarakat Jawa yaitu lima larangan (mo limo/M5) : mateni (membunuh), maling (mencuri), madon (berzina), mabok (minuman keras/candu), main (berjudi).[3]

 

C.                FUNGSI DAN PERANAN PERS DI INDONESIA

Fungsi dan peranan pers Berdasarkan ketentuan pasal 33 UU No. 40 tahun 1999 tentang pers, fungi pers ialah sebagai media informasi, pendidikan, hiburan dan kontrol sosial . Sementara Pasal 6 UU Pers menegaskan bahwa pers nasional melaksanakan peranan sebagai berikut: memenuhi hak masyarakat untuk mengetahuimenegakkkan nilai-nilai dasar demokrasi, mendorong terwujudnya supremasi hukum dan hak asasi manusia, serta menghormati kebhinekaanmengembangkan pendapat umum berdasarkan informasi yang tepat, akurat, dan benarmelakukan pengawasan, kritik, koreksi, dan saran terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kepentingan umummemperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Berdasarkan fungsi dan peranan pers yang demikian, lembaga pers sering disebut sebagai pilar keempat demokrasi( the fourth estate) setelah lembaga legislatif, eksekutif, dan yudikatif , serta pembentuk opini publik yang paling potensial dan efektif. Fungsi peranan pers itu baru dapat dijalankan secra optimal apabila terdapat jaminan kebebasan pers dari pemerintah. Menurut tokoh pers, jakob oetama , kebebsan pers menjadi syarat mutlak agar pers secara optimal dapat melakukan pernannya. Sulit dibayangkan bagaiman peranan pers tersebut dapat dijalankan apabila tidak ada jaminan terhadap kebebasan pers. Pemerintah orde baru di Indonesia sebagai rezim pemerintahn yang sangat membatasi kebebasan pers . ha l ini terlihat, dengan keluarnya Peraturna Menteri Penerangan No. 1 tahun 1984 tentang Surat Izn Usaha penerbitan Pers (SIUPP), yang dalam praktiknya ternyata menjadi senjata ampuh untuk mengontrol isi redaksional pers dan pembredelan.

Albert Camus, novelis terkenal dari Perancis pernah mengatakan bahwa pers bebas dapat baik dan dapat buruk, namun tanpa pers bebas yang ada hanya celaka. Oleh karena salah satu fungsinya ialah melakukan kontrol sosial itulah, pers melakukan kritik dan koreksi terhadap segal sesuatu yang menrutnya tidak beres dalam segala persoalan. Karena itu, ada anggapan bahwa pers lebih suka memberitakan hah-hal yang salah dari pada yang benar. Pandangan seperti itu sesungguhnya melihat peran dan fungsi pers tidak secara komprehensif, melainkan parsial dan ketinggalan jaman. Karena kenyataannya, pers sekarang juga memberitakan keberhasilan seseorang, lembaga pemerintahan atau perusahaan yang meraih kesuksesan serta perjuangan mereka untuk tetap hidup di tengah berbagai kesulitan.[4]

Selain diatas ada juga fungsi-fungsi menurut UU No. 40 tahun 1999 tentang Pers, disebutkan dalam pasal 3 fungsi pers adalah sebagai berikut :

1.      Sebagai Media Informasi, ialah perrs itu memberi dan menyediakan informasi tentang peristiwa yang terjadi  kepada masyarakat, dan masyarakat membeli surat kabar karena memerlukan informasi.

2.      Fungsi Pendidikan, ialah pers itu sebagi sarana pendidikan massa (mass Education), pers memuat tulisan-tulisan yang mengandung pengetahuan sehingga masyarakat bertambah pengetahuan dan wawasannya.

3.      Fungsi Menghibur, ialah pers juga memuat hal-hal yang bersifat hiburan untuk mengimbangi berita-berita berat (hard news) dan artikel-artikel yang berbobot. Berbentuk cerita pendek, cerita bersambung, cerita bergambar, teka-teki silang, pojok, dan karikatur.

4.      Fungsi Kontrol Sosial, terkandung makna demokratis yang didalamnya terdapat unsur-unsur sebagai berikut:

1)        Social particiption yaitu keikutsertaan rakyat dalam pemerintahan.

2)        Social responsibility yaitu pertanggungjawaban pemerintah terhadap rakyat.

3)        Social  support yaitu dukungan rakyat terhadap pemerintah.

4)        Social Control yaitu kontrol masyarakat terhadap tindakan-tindakan pemerintah.

5.      Sebagai Lembaga Ekonomi, yaitu pers adalah suatu perusahaan yang bergerak dibidang pers dapat memamfaatkan keadaan disekiktarnya sebagai nilai jual sehingga pers sebagai lembaga sosial dapat memperoleh keuntungan maksimal dari hasil prodduksinya untuk kelangsungan hidup lembaga pers itu sendiri.[5]

 

D.                TEORI PERS PANCASILA

 

Negara sebagai sebuah kesatuan wilayah, sebuah kesatuan politik yang memiliki otonomi untuk mengatur kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara warga negaranya dapat dikatakan sebagai sebuah sistem makro yang mencakup beragam sistem-sistem lain didalamnya. Sudah sebuah kewajiban mutlak bagi sebuah negara untuk mampu melindungi, mengatur, dan menjaga kelangsungan sistem-sistem lainnya yang berada dibawah ruang lingkupnya. Tentunya agar dapat berputar secara seirama. Hal ini dalam kaitannya dengan sebuah peran negara sebagai pengayom tidak terlepas didalamnya ketika suatu negara harus mampu menjamin kebebasan bagi warga negaranya untuk berekspresi dan berpendapat, sejalan dengan semangat pembaharuan, kebebasan, dan demokrasi yang kerap didengngkan selama ini.

Pers sebagai sebuah keran untuk menyalurkan, untuk mewujudkan kebebasan itu sudah pasti tentunya harus mendapatkan porsi jaminan yang besar. Dalam mewujudkannya setiap negara pastilah memiliki latar belakang dan cita-cita yang berbeda, ini pulalah yang setidaknya berdampak pada diferensiasi pedoman dan aktualisasi peran negara dalam menjamin terus berjalannya sistem – pers yang dipergunakan. Untuk hal yang satu ini Indonesia terbilang berbeda dibandingkan dengan negara-negara lainnya yang cenderung mengikuti teori-teori para ahli terkemuka. Indonesia “sekali lagi” mempergunakan nama Pancasila untuk mendefinisikan sistem pers yang dianutnya. Seolah terlihat begitu sakral begitu nama Pancasila dilekatkan. Tetapi benarkah sedemikian hebat nama Pancasila yang digunakan sebagai sistem pers kita.

Hingga kini perdebatan mengenai definisi konsep dari sistem pers Pancasila masih saja terjadi, dan belum mencapai satu kesespakatan pasti. Namun menurut Bappenas sistem pers Pancasila, yaitu pers yang sehat, bebas dan bertanggung jawab serta lebih meningkatkan interaksi positif serta mengembangkan suasana saling percaya antara pers, Pemerintah, dan golongan-golongan dalam masyarakat untuk mewujudkan suatu tata informasi di dalam kondisi masyarakat yang terbuka dan demokratis. Sepertinya memang sebuah pendefinisian yang bertujuan cukup mapan.

Perlu diingat bahwa Pancasila sebagai dasar negara kita sudah terlalu banyak masuk diberbagai sistem dan roda-roda kehidupan. Pancasila jika kita telah pernah menjadi sesuatu yang sangat diagungkan, bahkan segala yang sedikit saja berseberangan harus rela angkat kaki. Ini pula yang saya anggap justru sedikit menakutkan ketika sistem pers kita menggunakan Pancasila sebagai acuannya. Tidak salah memang jika sebagai sebuah bentuk visi membangun bersama. Namun yang patut kita waspadai bersama, sepertinya ini adalah bentuk lain dari sebuah sistem authoritarian belaka. Bagaimana mungkin pers punya kebebasan jika selama ini hidup kita saja terasa selalu “terkungkung”oleh Pancasila. Sepertinya yang ada justru hal tersebut sebagai bentuk usaha mengemudikan pers kita ke arah tertentu dan mengabaikan arah lainnya. Lantas dimanakah kebebasan itu? Lantas bisakah kita berharap banyak padanya?

Indonesia saat ini resminya menganut sistem pers yang bebas dan bertanggung jawab. Konsep ini mengacu ke teori “pers tanggung jawab sosial.” Asumsi utama teori ini adalah bahwa kebebasan mengandung di dalamnya suatu tanggung jawab yang sepadan. Maka pers harus bertanggung jawab pada masyarakat dalam menjalankan fungsi-fungsi penting komunikasi massa dalam masyarakat modern. Namun dalam prakteknya, pers harus bertanggung jawab pada pemerintah.

Kebebasan Pers Indonesia baru didapatkan pada era B.J Habibie, setelah 32 tahun pers Indonesia terkungkung oleh aturan yang dikeluarkan pemerintah orde baru, pergerakan pers amat sangat terbatas pada saat itu. Pers Indonesia yang dikenal dengan nama “Pers Pancasila”. Sidang Pleno XXV Dewan Pers (Desember 1984) merumuskan Pers Pancasila sebagai berikut: “Pers Indonesia adalah Pers Pancasila dalam arti pers yang orientasi, sikap dan tingkah lakunya berdasarkan pada nilai-nilai Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.” Hakekat Pers Pancasila adalah pers yang sehat, yakni pers yang bebas dan bertanggungjawab dalam menjalankan fungsinya sebagai penyebar informasi yang benar dan objektif, penyalur aspirasi rakyat dan kontrol sosial yang konstruktif. 

Jika dilihat dari pengertian Pers Pancasila seharusnya pers kita pada saat ini sudah berjalan sesuai fungsinya (seperti sudah disebutkan diatas). Tapi yang terjadi saat ini adalah masih adanya ketakutan pers akan pemerintah, misalkan sulit dibayangkan pers Indonesia secara lugas dan terbuka bisa memuat isu tuduhan korupsi/kolusi/monopoli terhadap Presiden atau keluarganya. Pada hal di negara demokratis Presiden bukanlah jabatan suci yang tak bisa tersentuh (orang yang hanya menyindir saja sudah di ancam somasi).

Berdasar hal tersebut, perlu kiranya dikaji kembali apakah hakikat Pers Pancasila yang sesuai dengan nilai-nilai dalam Pancasila? Pertanyaan tersebut akan dijawab dengan berangkat dari hakikat manusia. Mengapa manusia, karena pelaku pers adalah manusia dan keberadaan pers tidak lain ditujukan untuk manusia. Notonagoro memaparkan hakikat manusia sebagai berikut:

a)      Susunan Kodrat yang terbagi menjadi :

Raga (anorganik, vegetative, animal)

 Jiwa (akal, rasa, kehendak)

b)      Sifat Kodrat

1.      Individual

2.      Sosial

c)      Kedudukan Kodrat

1.      Pribadi Mandiri

2.      Makhluk Tuhan

Pers pancasila harus meletakkan kepentingan individu maupun masyarakat sebagai sosialitas yang lebih luas, secara seimbang an adil. Dengan demikian pemberitaan mengenai sesuatu hal, hendaknya dilakukan secara seimbang. Misalnya terdapat sebuah kasus mengenai seorang pejabat yang mempunyai penerbitan surat kabar tertentu, dan menjadi angota sebuah parpol tertentu.ketika parpol tersebut terlibat kasus money politics, maka hendaknya kasus tersebut diberitakan secara terbuka dalam surat kabar yang dimiliki pejabat tersebut. Nilai keadilan umum, tetap harus diutamakan dalam sebuah pemberitaaan media massa.

Sementara itu, manusia sebagai pelaku subjek pers, seringkali melakukan kesalahan orientasi sikap dan tindakan, ketika berhubungan dengan manusia lain. Fenomena yang berkembang adalah sikap menuhankan manusia lain, dengan ketaatan yang demikian besar. Misalnya ketaatan yang demikian besar yang dimiliki seorang wartawan kepada pemilik saham ia tempat bekerja, sehingga menghilangkan nilai-nilai kebenaran yang seharusnya disampaikan kepada khalayak. Kemungkinan lain yaitu terdapatnya manusia yang justru memanfaatkan manusai lain demi hal-hal yang sifatnya material. Hal tersebut juga jelas bertentangan dengan hakiakt kodrat manusia serta hakikat hubungan manusai dengan realitas.

Prinsip interaksi positif antara pemerintah, pers dan masyarakat yang termuat dalam Pers pancasila yang sesungguhnya telah ada sejak masa orde baru, namun tidak pernah dilaksanakan secara nyata dalam kehidupan pers di Indonesia. Prinsip-prinsip tersebut antara lain:

 

  1. Diterapkan mekanisme kerja yang menjalin hubungan timbale balik antara pers, pemerintah dan masyarakat.
  2. Dinamika dikembangkan bukan dari pertentangan menurut paham, melainkan atas paham hidup menghidupi, saling membantu dan bukan saling mematikan.
  3. Perludikembangkan kultur politik dan mekanisme yang memungkinkan berfungsinya sistemkontrol social dan kritik yang konstruktif secara efektif. Namun demikian control social itu pun substansinya serta caranya tetaptidak terlepas dari asas keselarasan dan keseimbangan serta ketertiban untuk saling hidup menghidupi bukan saling mematikan dalam control yang dilakukan tetap berpijak pada nilai-nilai dalam system Pers Pancasila, termasuk bebas dan bertanggung jawab.

Mengamati dengan cermat prinsip-prinsip interaksi positif antara pemerintah, pers dan masyarakat seperti tertuang dalam rumusan pers pancasila tersebut, dapat dikatakan bahwa pers pancasila masih sangat relevan untuk dikembangkan dan dijadikan tolok ukur bagi keberadaan pers di Indonesia. Hal ini terutama jika ditilik dari landasan filosofis yang melatarbelakangi keberadaan prinsip-prinsip tersebut.[6]

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

Setelah tersusunnya makalah ini, penulis dapat menyimpulkan bahwa pers terjadi menjadi dua pengertian. Pertama, pengertian pers luas. Dalam pengertian luas, pers mencakup semua media komunikasi massa, seperti radio, televisi, dan film yang berfungsi memancarkan/ menyebarkan informasi, berita, gagasan, pikiran, atau perasaan seseorang atau sekelompok orang kepada orang lain. Maka dikenal adanya istilah jurnalistik radio, jurnalistik televisi, jurnalistik pers. Kedua, dalam pengertian sempit, pers hanya digolongkan produk-produk penerbitan yang melewati proses percetakan, seperti surat kabar harian, majalah mingguan, majalah tengah bulanan dan sebagainya yang dikenal sebagai media cetak. Juga Pers mempunyai dua sisi kedudukan, yaitu: pertama ia merupakan medium komunikasi yang tertua di dunia, dan kedua, pers sebagai lembaga masyarakat atau institusi sosial merupakan bagian integral dari masyarakat, dan bukan merupakan unsur yang asing dan terpisah daripadanya. Dan sebagai lembaga masyarakat ia mempengaruhi dan dipengaruhi oleh lembaga- lembaga masyarakat lainnya. Kemudian Pancasila itu sendiri Secara etimologis kata Pancasila berasal dari istilah Pancasyila yang memiliki arti secara harfiah dasar yang memiliki lima unsur, yang mana unsur yang terkandung dalam sila-sila pancasila sampai saat ini. Pers Pancasila bias kami artikan sebagai media komunikasi secara tertulis maupun secara elektronik yang berasaskan pancasila.

 

SARAN

Penulis berharap makalah ini dapat dijadikan leteratur pengetahuan yang berguna. tidak lupa pula saran dan kritik penulis mengharapkan itu semua untuk dijadikan bahan masukan dalam pembuatan makalah selanjutnya.



[1] http://duniabaca.com/sejarah-pers-pengertian-pers-fungsi-dan-peranan-pers-di-indonesia.html

[2] http://duniabaca.com/sejarah-pers-pengertian-pers-fungsi-dan-peranan-pers-di-indonesia.html

[3] http://id.shvoong.com/social-sciences/education/2242158-pengertian-pancasila-secara-etimologis/

[4] http://duniabaca.com/sejarah-pers-pengertian-pers-fungsi-dan-peranan-pers-di-indonesia.html

[5] http://halil-materipkn.blogspot.com/2009/09/bab-3-peranan-pers.html

[6] http://shivafauziah.blogspot.com/2010/10/menggagas-kembali-teori-pers-pancasila.html

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

REVIEW PSIKOLOGI KOMUNIKASI

 REVIEW PSIKOLOGI KOMUNIKASI

     Apa yang dimaksud dengan psikologi.

a.     Carilah teori yang berkaitan dengan psikologi.

b.     Pengertian psikologi menurut anda sendiri berdasarkan teori yang diambil.

     

Psikologi menurut beberapa tokoh

Menurut Bruno (1987). Pengertian psikologi dibagi dalam tiga bagian yaitu psikologi adalah atudi (penyelidikan) mengenai “ruh”. Kedua psilolagi adaklah ilmu pengetahuan mengenai “kehidupan mental”. Ketiga psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai “tingkah laku” organisasi.

Menurut Richard mayer (1981). Psikologi merupakan analisis mengenai proses mental dan atruktur daya ingat untuk memahami prilaku manusia

Menurut chaplin (1972).  Dalam Dictionary Of Psikology, psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai prilaku manusia dan hewan

a). Teori Gestal

Max Wertheimer merupakan salah satu pendukung utama Teori Gestalt yang menekankan tingkat tinggi proses kognitif di tengah-tengah behaviorisme. Fokus teori Gestalt adalah ide tentang “pengelompokan”, yaitu, karakteristik stimulus menyebabkan kita struktur atau menafsirkan bidang visual atau masalah dengan cara tertentu (Wertheimer, 1922).

Faktor utama yang menentukan pengelompokan atau prinsip organisasi adalah:

(1) kedekatan – elemen cenderung dikelompokkan bersama menurut kedekatan mereka,     

(2) kesamaan – item serupa dalam beberapa hal cenderung dikelompokkan bersama,

(3) penutupan – item dikelompokkan bersama-sama jika mereka cenderung untuk menyelesaikan beberapa entitas, dan

(4) kesederhanaan – butir akan diatur dalam angka sederhana berdasarkan simetri, keteraturan, dan halus. Faktor-faktor ini disebut hukum organisasi dan dijelaskan dalam konteks persepsi dan pemecahan masalah.

b).  psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang tingkah laku atau prilaku mahluk hidup yang dipengaruhi oleh lingkungan sekitar

 

 2.        Apa yang dimaksud dengan komunikasi.

a.     Carilah teori yang berkaitan dengan komunikasi.

b.     Pengertian komunikasi menurut anda sendiri berdasarkan teori yang diambil.

 

Komunikasi adalah proses menyampaikan pesan kepada orang lain melalui symbol symbol baik verbal maupun non verbal

a). Teori Self Disclosure (Model Pengungkapan Diri)

Self-disclosure merupakan proses mengungkapkan informasi pribadi kita pada orang lain ataupun sebaliknya. Sidney Jourard (1971) menandai sehat atau tidaknya komunikasi antarpersona dengan melihat keterbukaan yang terjadi dalam komunikasi.

Joseph Luft mengemukakan teori self-disclosure lain yang didasarkan pada model interaksi manusia, yang disebut Johari Window.

b). Komunikasi adalah proses pesan kepada orang lain untuk menginformasikan atau mencari informasi melalui pendekatan personal melalui komunikasi interpersonal

 

 3.     Apa yang terjadi dalam proses komunikasi intrapersonal ?

Komunikasi yang dilakukan oleh dua orang untuk lebih menenal atau mengerti antara individu yang satu dengan individu yang lain dan komukasi ini bersifat tertutup atau rahasia yang hanya dimengerti oleh   individu yang satu dengan individu yang lain dan komunikasi ini biasnya dilakukan oleh pasangan kekasih

 

 4.     Berikan pengertian dan contoh dari Frame of Reference dan Field of Experience.

Frame of Reference and Field of Experience berkaitan dengan pemahaman (pengertian), dalam kata lain sejumlah pengetahuan yang disampaikan dalam memorinya (otek). Komunikasi akan berjalan dengan lancer jika komunikator dan komunikan sama-sama memiliki pengetahuan tentang apa yang dikomunikasikan (dibicarakan.)

 

Contoh : seorang ayah berbicara dengan anaknya (anak kecil) yang bicaranya agak pelat-pelat maka ayahnya pun ikut berbicara sama seperti yang dibicarakan anaknya agar anaknya lebih mudah mengerti atau tahu yang dibicarakan ayahnya

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

TUGAS UAS MPS ( Metode Penelitian Sosial )

 

 PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP MORAL GENERASI BANGSA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

 

 

 

Image

 OLEH:

ANDIK EKO SUSILO     

JURUSAN ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO

2013

KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim. Assalamu Alaikum Wr.Wb.

Puji syukur hanyalah untuk Allah SWT, Tuhan semeste alam, atas karunia dan hidaya-Nya yang selalu tercurahkan kepada kita semua. Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurahkan pada Nabi besar junjungan kita, Nabi Muhammad SAW yang telah menyampaikan risalah dan syari’at Islam kepada umat manusia dari zaman jahiliah sampai zaman terang benerang sampai sekarang ini.

Atas rahmat dan hidayah serta petunjuk Allah SWT. Akhirnya penulis bisa menyelesaikan tugas materi metode penelitian sosial yang berjudul: PENGARUH TEKNOLOGI INFORMASI TERHADAP GENERASI BANGSA DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO”. Penulisan ini merupakan salah satu syarat untuk mencapai UAS Ilmu Komunikasi Jurusan Public Relation, pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB I

A.      LATAR BELAKANG MASALAH

Perkembangan teknologi telah mempengaruhi perkembangan perekonomi indonesia serta mempengaruhi tingkah laku dari pengguna teknologi tersebut.dalam kenyataan yang ada sekarang ini,semua hal yang ada disekitar kita telah dipengarui oleh ganasnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologiyang mana semua itu tlah memberi kontribusi yang sangat besar terhadap pembentukan prilaku dan kepribadian generasi muda.

Seperti telah kita ketahui alat komunikasi telah kita kenal sejak berabad-abatd lalu, misalnya menyampaikan surat dengan menggunakan burung merpati, kemudian sebuah titik yang bermula pada suatu pemikiran yang ulet sehingga menemukan suatu yang bermanfaat untuk mempermuda semua aspek kehidupan yaitu “TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI”

Awalnya teknologi diciptakan untuk mempermuda setiap kegiatan manusia.\, kini teknologi telah berkembang pesat dan semakin maju seiring dengan perkembangan zaman, sehingga menjadi pengalihan fungsi dari TIK itu sendiri, perkembangan ini menuntut setiap individu untuk selalu mengupdate hal-hal terbaru yang ada guna pemenuhan kebutuhan.

Kita lihat yang lalu, dulu laptop, hand phone dulu hanya dimiliki oleh kalangan menengah kestas, seiring berjalanya waktu teknologi ini bisa dimiliki oleh semua kalangan, baik yang sangat membutuhkan maupun yang kurang membutuhkan, dan kiuni semua dapat merasakan akan perkembangan teknologi tersebut.

Perkembangan TIK saat ini telah membius sebagian besar kalangan remaja ataupun mahasiswa, bahkan berjam-jam mereka selalu bermanja dengan teknologi itu, sehingga semua dapat terlupakan. Mereka hanya asyik dengan chatting dan jejaring sosial seperti : facebook dan twiter dan yang memiriskan sekali mereka mencari gambar dan video yang semestinya tak petut mereka cari yang justru bisa menyebabkan mereka malas.

Sekarang dikalangan remaja pengguna HP bukan saja sebagai alat komunikasi melainkan alat multi fungsi baik sebagai alat komunikasi juga bisa sebagai alat mencari informasi, dan juga dijadikan sebagai ajang pamer da sombong, mereka akan senang dan bangga bila HP dan laptopnya paling bagus dan mahal, karna fitur yang ditawarkan adalah fitur multi fungsi serta mereka dapat menggunakan sebagai hal positif maupun negatif tergantung pada individu masinh-masing. Dan semua itu bisa menyebabkan dampak baik ataupun buruk  bagi setiap pemakainya.

Dampak perkembangan dari TIK yang sangat pesat secara tidak langsung akan memberi asupan pengetahuan yang tidak langsung dapat meracuni otak kita semua, sehingga kita akanterhanyut dengan aliran itu dengan penampakan sikap dan prilaku keseharian kita,

Secara logis perilaku sangat erat dipengarui oleh kondisi lingkungan dimana kita berada, lingkungan yang baik akan menberi dampak yang baik pula terhadap prilaku kita dan sebaliknya lingkungan yang kurang baik akan memberikan dampak yang kurang baik pula bagi kita. Salah satunya yaitu perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang bisa mempengaruhi tingkalaku keseharian kita.

Sumbangan yang besar dari TIK ini tak lain adalah keberhasilan si anak dalam belajar, pemanfaatan yang baik dari TIK ini akan membantu prestasi belajar. Namun sebaliknya banyak penyalah gunaan yang dilakukan oleh kalangan remaja ataupun mahasiswa itu sendiri, yang berdampak merosotnya hasil atau prrestasi belajar itu sendirai bahkan sampai sampai bisa mempengarui dari moral remaja ataupun mahasiswa itu sendiri.

Penelitian ini didasarkan pada kondisi terutama generasi penerus bangsa yaitu para remaja dan pemuda yang dijadikan sebagai pelaku-pelaku kehidupan zaman sekarang ini. Sementara itu pengawalan didunia maya sangatlah longgar dan hampir tidak ada aturan yang mengikatnya, jika demikian halnya, maka dunia yang tidak ada batasan (dunia maya) tetap memenagi pergeseran hidup ini, yang ternyata tidak hanya memberi kebaikan dan manfaat yang besar bagi umat manusia tetapi juga menyuguhkan sajian-sajian negatif bagi generasi remaja dan para pemuda penerus agama dan bangsa, terlebihnya menyangkut akhlaq dan moral para generasi bangsa.

Kita tahu bahwa akhlaq remaja adalah penentu yang mencerminkan bagaimana kondisi suatu agama dan bangsa dimasa depan, begitu penting akhlaq ini sampai dalam agama islam akhlaq di tempatkam pada kedudukan tertinggi, akhlaq merupakan salah satu ajaran pokok agama islam sehingga Rosullullah SAW perna mendefinisikan agama ini dengan akhlaq yang baik ( husn al-khuluq )

B. . PEMBAHASAN

I. Pemanfaatan Perkembangan Teknologi Informasi

Pemanfaatan teknologi informasi pun dimulai pada saat teknologi informasi dianggap sebagai media yang dapat menghemat biaya dibandingkan dengan metode konvensional, misalkan saja pemakaian mesin ketik, kertas, penghapus, tipe-x, dan lain sebagainya yang cenderung tidak efisien. Sekarang dengan bantuan komputer kita bisa melihat hasil ketikan di layar monitor sebelum dicetak (paperless) sehingga lebih effisien dalam waktu dan tempat penyimpanan file.

Setelah dirasakan bahwa teknologi Informasi dapat menggantikan cara konventional, orang mulai melihat kelebihan lainnnya, seperti menggantikan sarana pengiriman surat dengan surat eletronik (e-mail), pencarian data melalui search engine, chatting, mendengarkan musik, dan sebagainya dimana pada tahapan ini orang sudah mulai menginvestasikan kepada perangkat komputer. Dari manfaat yang didapatkan, teknologi informasi mulai digunakan dan diterapkan untuk membantu operasional dalam proses bisnis. Misalnya perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan menyediakan informasi jasa dan produk yang ditawarkan tanpa dibatasi waktu dan ruang.

Teknologi Informasi dapat dimanfaatkan pada berbagai bidang kehidupan antara lain dalam bidang pendidikan, bisnis, pemerintahan, dan sosial.

1.  Manfaat TIK dalam bidang pendidikan antara lain :

Berbagi hasil penelitian, hasil penelitian yang dimuat dalam internet akan mudah dimanfaatkan orang lain disegala penjuru dunia dengan cepat.

Konsultasi dengan pakar, konsultasi dangan para ahli dibidangnya dapat dilakukan dengan mudah walaupun ahli tersebut berada ditempat yang sangat jauh.

Kelas online. Aplikasi kelas online dapat digunakan untuk lembaga-lembaga pendidikan jarak jauh, seperti universitas dan sekolah-sekolah terbuka.

Internet banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan internet. Transakasi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, pembayaran tagihan.

4.  Manfaat TIK dalam bidang sosial antara lain :

Sebagai sumber informasi dan sarana belajar dari masyarakat.

Untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan bagi masyarakat

Meningkatkan informasi kesehatan. Untuk melihat peluang yang lebih luas untuk memasarkan produk setempat.

Mengembangkan perdagangan melalui e-commerce

II. Dampak dari perkembangan teknologi informasi terhadap  masyarakat

a.  Dampak Teknologi Informasi Sosial & Psikologis

1.  Ketergantungan

Media komputer memiliki kualitas atraktif yang dapat merespon segala stimulus yang diberikan oleh penggunanya. Terlalu atraktifnya, membuat penggunanya  seakan-akan menemukan dunianya sendiri yang membuatnya terasa nyaman dan tidak mau melepaskannya. kita bisa menggunakan komputer sebagai pelepas stress dengan bermain gamesyang ada.

2. Violence and Gore

Kekejaman dan kesadisan juga banyak ditampilkan pada komputer. Karena segi isi pada dunia internet tidak terbatas, maka para pemilik situs menggunakan berbagai macam cara agar dapat menjual situs mereka. Salah satunya dengan menampilkan hal-hal yang menunjukan kekejaman dan kesadisan. Studi eksperimental menunjukkan bahwa ada korelasi positif antara bermain permainan komputer dengan tingkat kejahatan di kalangan anak muda, khususnya permainan komputer yang banyak memuat unsur kekerasan dan pembunuhan.

Bahkan ada sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa games yang di mainkan di komputer memiliki sifat menghancurkan yang lebih besar dibandingkan kekerasan yang ada di televisi ataupun kekerasan dalam kehidupan nyata sekalipun. Hal ini terjadi terutama pada anak-anak. Mereka akan memiliki kekurangan sensitivitas terhadap sesamanya, memicu munculnya perilakuperilaku

agresif dan sadistis pada diri anak, dan bisa mengakibatkan dorongan kepada anak untuk bertindak kriminal seperti yang dilihatnya (meniru adegan kekerasan

3. Pornografi

Anggapan yang mengatakan bahwa internet identik dengan pornografi, memang tidak salah. Dengan kemampuan penyampaian informasi yang dimiliki internet, pornografi pun merajalela. Begitu banyak situs-situs pornografi yang ada di internet, meresahkan banyak pihak terutama kalangan orang tua yang khawatir anak-anaknya akan mengonsumsi hal-hal yang bersifat porno. Di internet terdapat gambar-gambar pornografi yang bisa mengakibatkan dorongan kepada seseorang untuk bertindak kriminal. Ironisnya, ada situs-situs yang memang menjadikan anak-anak sebagai target khalayaknya. Mereka berusaha untuk membuat situs yang kemungkinan besar memiliki

keterkaitan dengan anak-anak dan sering mereka jelajahi.

4. Antisocial Behavior

Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan dari penyalahgunaan komputer adalah antisocial behavior. Dimana pengguna komputer tersebut tidak lagi peduli kepada lingkungan sosialnya dan cenderung mengutamakan komputer. Selain itu, pengguna komputer tersebut tidak peduli lagi apa yang terjadi disekitarnya, satu-satunya yang dapat menarik perhatiannya hanyalah komputer saja. Orang akan menjadi lebih jarang berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, sehingga kemampuan interpersonal dan emosionalnya tidak berkembang secara optimal. Lama kelamaan, seseorang akan sulit menjalin komunikasi dan membangun relasi dengan orang-orang disekitarnya. Bila hal tersebut tidak segera ditanggulangi akan menumbulkan dampak yang sangat buruk, yang dimana manusia lama kelamaan akan sangat individualis dan tidak akan ada lagi interaksi ataupun sosialisasi.

b. Dampak Teknologi Informasi Bagi Pendidikan

1.  Malas belajar dan mengerjakan tugas

Penggunaaan komputer juga menimbulkan dampak negatif dalam dunia pendidikan. Seseorang terutama anak-anak yang terbiasa menggunakan komputer, cenderung menjadi malas karena mereka menjadi lebih tertarik untuk bermain komputer dari pada mengerjakan tugas atau belajar.

2. Perubahan Tulisan Tangan

Dengan kemudahan dan kepraktian yang diberikan oleh komputer, terutama dalam hal menuliskan suatu text, membuat seseorang cenderung memilih untuk mengetik daripada harus menulis secara manual. Akibatnya, lama kelamaan seseorang akan mengalami

perubahan tulisan, dari yang dulunya rapih, sampai akhirnya menjadi tulisan yang berantakan dan sulit dibaca, Hal tersebut karena mereka tidak lagi terbiasa untuk menulis secara manual.

C.       Rumusan Masalah

1. Bagaimana pengaruh teknologin informasi terhadap moral mahasiswa Universitas muhammadiyah Sidoarjo ?

2. Faktor faktpr apa saja yang mempengaruhinya ?

3. Apa dampak positif dari teknologi informasi terhadap mahasiswa Universitas muhammadiyah Sidoarjo ?

4.  Bagaimana cara kita menyikapi kemajuan Teknologi Informasi?

D.      Tujuan dan Kegunaan Penelitian

Tujuan Penelitian

  1. Untuk mengetahui pengaruh positif dan negatif dari perkembangan teknologi terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo
  2. Untuk mengetahui faktor faktor apa saja yang mempengaruhi moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo.

Kegunaan Penelitian

Kegunaan Teoritis

Untuk menerapkan ilmu yang diterima penulis selama menjadi mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, serta menambah wawasan dan pengetahuan penulis terhadap pengaruh terbesar dari teknologi informasi.

Kegunaan Praktis

Data yang diperoleh dari penelitian ini dapat menjadi masukan bagi para pengguna TIK  untuk menghadapi perkembangan terbesar dari teknologi itu sendiri

E.      Hipotesis

Hipotesis Nol

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini tidak berpengaruh terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo yang memiliki landasan dan dasar agama yang kuat

Hipotesis Alternatif

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini berpengaruh terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo tahun 2013.

F.       Kerangka Konseptual Penelitian

Definisi konseptual adalah definisi akademik atau mengandung pengertian yang universal untuk suatu kata atau kelompok kata. (Kriyantono, 2007). Definisi ini biasanya bersifat abstrak dan formal.

Tidak dapat dipungkiri bahwa perkembangan teknologi informasi sangat mempengaruhi teknologi komunikasi. Teknologi informasi dan teknologi komunikasi seakan-akan tidak dapat dipisahkan. Perpaduan keduanya semakin berkembang cepat dengan adanya media internet. Teknologi internet telah merubah cara berfikir seseorang dalam bertingkahlaku..

Salah satu dampak perkembangan teknologi komunikasi didalam proses berfiker adalah dengan adanya tindak kejahatan yang di pengaruhi oleh perkembangan teknologi dengan menggunakan media televisi. Segala bentuk perkembangan teknologi komunikasi dapat dimanfaatkan dengan baik dan juga dapat menimbulkan sesuatu yang negfatif, dalam hal ini perkembangan teknologi tidak bisa terhindarkan dan semakin lama semakin berkembang dan maju. Beberapa model perkembangan TIK antara lain:

  1. Radio
  2. Televisi
  3. Hand phone
  4. Laptop
  5. Komputer tablets

Seiring dengan perkembangan teknologi dan sosial budaya, telah berkembang media-media lain yang kemudian dikelompokkan ke dalam media massa seperti internet dan telepon selular. Media massa yang lebih modern ini memiliki ciri-ciri seperti:

  1. Sumber dapat mentransmisikan pesannya kepada banyak penerima (misalnya melalui SMS atau internet).
  2. Isi pesan tidak hanya disediakan oleh lembaga atau organisasi namun juga oleh individual.
  3. Tidak ada perantara, interaksi terjadi pada individu.
  4. Komunikasi mengalir (berlangsung) ke dalam.
  5. Penerima yang menentukan waktu interaksi.

Salah satu media yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam hal memperlancar sebuah komunikasi adalah internet. Internet dapat digambarkan seperti sebuah jaringan global yang dapat memungkinkan komunikasi antara orang ke orang yang berlainan tempat, kota dan bahkan antar negara. Penngguna internet juga dapat mengirim surat elektronik (e-mail), ngobrol (chatting), mendengarkan radio (streaming) juga mencari informasi (browsing).

Kemunculan internet telah mengubah pola interaksi masyarakat baik itu interaksi pendidikan, bisnis, ekonomi, sosial, dan budaya. Internet telah memberikan kontribusi yang demikian besar bagi masyarakat, perusahaan / industri maupun pemerintah. Internet telah menunjang efektifitas dan efisiensi dalam kehidupan masyarakat. Terutama peran internet sebagai sarana komunikasi dalam mendapatkan informasi.

Kerangka Pikir Penelitian

 ORGANISM

Mahasiswi UMSIDA

•    Perhatian

•    Pengertian

•    Penerimaan

STIMULUS

(pengaruh teknologi informasi terhadap moral mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo)

 RESPONSE 

Dalam proses komunikasi berkenaan dengan perubahan sikap adalah aspek “how” bukan “what” dan “why”. Jelasnya how to communicate. Dalam hal ini how to change the attitude, bagaimana mengubah sikap komunikan.  Dalam proses perubahan sikap tampak bahwa sikap dapat berubah, hanya jika stimulus yang menerpa benar-benar melebihi semula. Prof. Dr. Mar’at dalam bukunya “Sikap Manusia, Perubahan serta Pengukurannya, mengutip pendapat Hovland, Janis, dan Kelley yang menyatakan bahwa dalam menelaah sikap yang baru ada tiga variabel penting, yaitu:

  1. Perhatian
  2. Pengertian
  3. Penerimaan

Stimulus atau pesan yang disampaikan kepada komunikan mungkin diterima atau mungkin ditolak. Komunikasi akan berlangsung jika ada perhatian dari komunikan. Proses berikutnya komunikan mengerti. Kemampuan komunikan inilah yang melanjutkan proses berikutnya. Setelah komunikan mengolahnya dan menerimanya, maka terjadilah kesediaan untuk mengubah sikap.               

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

  1. A.                                    Pengertian Teknologi.

Kata teknologi dalam Wijaya (2008: wordpress.com) secara harfiah berasal dari bahasa Latin “texere” yang berarti meyusun atau membangun. Sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Agoeng Nugroho (2010: 3) menjelaskan bahwa teknologi selalu memiliki dua aspek, yaitu hardware (yang terdiri dari objek material atau fisik) dan software (terdiri dari informasi untuk mengoperasikan hardware). Hardware bersifat visible (dapat dilihat). Hal ini yang biasa membuat persepsi tentang teknologi selalu pada aspek hardware, berdiri sendiri dan terpisah dengan fenomena sosial kemasyarakatan.

Sedangkan komunikasi menurut De Vito dalam Nugroho (2010: 3) adalah proses penyampaian pesan dan penerimaan pesan di antara dua orang atau kelompok kecil, dengan efek dan feed back langsung.

Proses komunikasi terjadi melalui komunikator, pesan, media lalu ke komunikan dan membentuk efek. Tujuan utama dari komunikasi adalah untuk mengubah pikiran dan tingkah laku komunikannya.

Teknologi komunikasi menurut Rogers dalam Nugroho (2010: 3) mendefinisikan bahwa teknologi sebagai perlengkapan hardware, struktur organisasi, dan nilai-nilai sosial dimana individu-individu mengumpulkan, memproses dan tukar-menukar informasi dengan individu-individu lain.

Pada dasarnya, teknologi komunikasi merupakan sarana dalam penyebaran informasi dari satu tempat ke tempat lain melalui perangkat telekomunikasi (kawat, radio atau perangkat elektromagnetik lainnya). Informasi tersebut dapat berbentuk suara (telepon), tulisan dan gambar (telegraf), data (komputer), dan wireless (tanpa kabel) teknologi yang tren saat ini.

Bentuk-bentuk teknologi komunikasi menurut Kadir dan Triwahyuni dalam Yudidisastra (2010: worpress.com) mencakup telepon, radio dan televisi. Bentuk-bentuk teknologi komunikasi ditampilkan dalam tingkat antarpersona, kelompok, organisasional, dan publik. Pada tingkat kelompok yaitu kenferensi telepon, telekomunikasi komputer, dan surat elektronik. Pada tingkat organisasional yaitu intercom, konferensi telepon, surat elektronik, manajemen dengan bantuan komputer, sistem informasi, dan faksimili. Sedangkan pada tingkat publik yaitu televisi, radio, film, videotape, videodisk, TV kabel, TV satelit langsung, video dengan teks, teleteks, dan sistem informasi digital.

Pada saat ini telepon merupakan alat komunikasi yang banyak ditemukan dalam dunia bisnis. Bahkan setiap hari sekitar lebih dari 500 juta panggilan telepon dilakukan diseluruh dunia. Menurut Gouzali Saydam dan Yudidisastra (2010: wordpress.com), istilah telepon pada awalnya merupakan suara dari jarak jauh. Selain itu keberadaan telepon itu sendiri dibagi menjadi dua, yaitu telepon biasa (fix telephone) dan telepon bergerak.

Pengertian Informasi

Secara Etimologi, Informasi berasal dari bahasa Perancis kuno informacion (tahun 1387) yang diambil dari bahasa Latin informationem yang berarti “garisbesar, konsep, ide”. Informasi merupakan kata benda dari informare yang berarti aktivitas dalam “pengetahuan yang dikomunikasikan”

Menurut Gordon B. Davis, informasi adalah data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang penting bagisi penerima dan mempunyai nilai yang nyata yang dapat dirasakan dalam keputusan-keputusan yang sekarang atau keputusan-keputusan yang akan datang.

Dari pengertian kedua kata tersebut, pengertian dasar Teknologi Informasi adalah menyusun data yang telah diolah untuk mengambil suatu keputusan oleh penerima informasi tersebut. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap proses imasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman informasi tersebut akan:

•           Lebih cepat

•           Lebih luas sebarannya, dan

•           Lebih lama penyimpanannya.

Pada awal sejarah, manusia bertukar informasi melalui bahasa. Maka bahasa adalah teknologi. Bahasa memungkinkan seseorang memahami informasi yang disampaikan oleh orang lain. Tetapi bahasa yang disampaikan dari mulut ke mulut hanya bertahan sebentar saja, yaitu hanya pada saat si pengirim menyampaikan informasi melalui ucapannya itu saja.

Setelah ucapan itu selesai, maka informasi yang berada di tangan si penerima itu akan dilupakan dan tidak bisa disimpan lama. Selain itu jangkauan suara juga terbatas. Untuk jarak tertentu, meskipun masih terdengar, informasi yang disampaikan lewat bahasa suara akan terdegradasi bahkan hilang sama sekali.

Setelah itu teknologi penyampaian informasi berkembang melalui gambar. Dengan gambar jangkauan informasi bisa lebih jauh. Gambar ini bisa dibawa-bawa dan disampaikan kepada orang lain. Selain itu informasi yang ada akan bertahan lebih lama. Beberapa gambar peninggalan jaman purba masih ada sampai sekarang sehingga manusia sekarang dapat (mencoba) memahami informasi yang ingin disampaikanpembuatnya. Ditemukannya alfabet dan angka arabik memudahkan cara penyampaian informasi yang lebih efisien dari cara yang sebelumnya. Suatu gambar yang mewakili suatu peristiwa dibuat dengan kombinasi alfabet atau dengan penulisan angka, seperti MCMXLIII diganti dengan 1943. Teknologi dengan alfabet ini memudahkan dalam penulisan informasi itu. Kemudian, teknologi percetakan memungkinkan pengiriman informasi lebih cepat lagi. Teknologi elektronik seperti radio, tv, komputer mengakibatkan informasi menjadi lebih cepat tersebar di area yang lebih luas dan lebih lama tersimpan.

Teknologi informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data (memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data) untuk menghasilkan informasi yang berkualitas. Pada zaman modern yang semakin maju ini komputer telah mengalami evolusi sehingga sudah mencapai generasi kelima yang telah melahirkan generasi baru yaitu terjadinya penggabungan antara Teknologi Komputer dan Komunikasi sehingga sering di sebut sebagai Teknologi Informasi yang dibuat untuk membantu menyelesaikan berbagai masalah dengan mudah dan cepat.

B.       Komunikasi Massa

Proses komunikasi pada awalnya dibagi menjadi dua kategori, yakni komunikasi antarpesona dan komunikasi massa (Blake & Haroldsen, 1979: 32).  Sejalan dengan perkembangan teknologi komunikasi, media komunikasi massa pun semakin canggih dan kompleks, serta memiliki kekuatan yang lebih dari masa-masa sebelumnya, terutama dalam hal menjangkau komunikan. Sebagaimana dikemukakan Marshall Mcluhan, kita sekarang hidup dalam desa dunia (global village), karena media massa modern memungkinkan berjuta-juta orang di seluruh dunia untuk berkomunikasi ke hamper setiap pelosok dunia.

1.         Pengertian Komunikasi Massa

Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh Bittner (Rakhmat, 2003: 188), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is message communicated through a mass medium to a large number of people).

Menurut Gerbner (1967) “Mass communication is the tehnologically and institutionally based production and distribution of the most broadly shared continuous flow of messages in industrial societies”. (Komunikasi massa adalah produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaga dari arus pesan yang kontinyu serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industry (Rakhmat, 2003: 188). Dari definisi Gerbner tergambar bahwa komunikasi massa itu menghasilkan suatu produk berupa pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak waktu yang tetap. Proses memproduksi pesan tidak dapat dilakukan oleh perorangan, melainkan harus oleh lembaga, dan membutuhkan suatu teknologi tertentu, sehingga komunikasi massa akan banyak dilakukan oleh masyarakat industri.

2.         Fungsi Komunikasi Massa

Fungsi komunikasi massa menurut Dominick (2001) terdiri dari:

  1. Surveillance (Pengawasan)

Fungsi pengawasan komunikasi massa dibagi dalam bentuk utama: (a) warning or beware surveillance (pengawasan peringatan); (b) instrumental surveillance (pengawasan instrumental). (Elvinaro, 2007: 15) Fungsi pengawasan peringatan terjadi ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan, meletusnya gunung merapi, kondisi yang memprihatinkan, tayangan inflasi atau adanya serangan militer. Fungsi pengawasan instrumental adalah penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau dapat membantu khalayak dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang film apa yang sedang dimainkan di bioskop, bagaimana harga-harga saham di bursa efek, produk-produk baru, ide-ide tentang mode, resep masakan dan sebagainya, adalah contoh-contoh pengawasan instrumental.

  1. Interpretation (Penafsiran)

Fungsi penafsiran hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak hanya memasok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri media memilih dan memutuskan peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. Tujuan penafsiran media ingin mengajak para pembaca atau pemirsa untuk memperluas wawasan dan membahasnya lebih lanjut  dalam komunikasi antarpersona atau komunikasi kelompok. (Elvinaro, 2007: 15-16)

  1. Linkage  (Pertalian)

Media massa dapat menyatukan anggota masyarakat yang beragam, sehingga membentuk linkage (pertalian) berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang sesuatu. (Elvinaro, 2007: 16) Contoh kasus di indonesia adalah kasus Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang sebelumnya menjabat menko polkam dalam jajaran kabinet gotong royong presiden Megawati Soekarnoputri. Ketika beliau jarang diajak rapat kabinet dan kemudian mengundurkan diri, maka tayangan beritanya di televisi, radio siaran dan surat kabar telah menaikkan pamor partai demokrat yang mencalonkan sby sebagai  presiden. Dalam pemilu 2004 lalu, perolehan suara partai demokrat mencuat dan mengalahkan partai besar sebelumnya. Masyarakat yang tersebar telah dipertalikan oleh media massa untuk memilih partai demokrat. Kelompok-kelompok yang memiliki kepentingan yang sama tetapi terpisah secara geografis dipertalikan atau dihubungkan oleh media.

  1. Transmission of Value (Penyebaran Nilai-Nilai)

Fungsi penyebaran nilai tidak kentara. Fungsi ini juga disebut sosialization (sosialisasi). Sosialisasi mengacu ke pada cara, di mana individu mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa yang mewakili gambaran masyarakat itu ditonton, didengar dan dibaca. Media massa memperlihatkan kepada kita bagaimana mereka bertindak dan apa yang mereka harapkan. Dengan kata lain media mewakili kita dengan model peran yang kita amati dan harapan untuk menirunya. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja belajar tentang perilaku berpacaran dari menonton film dan acara televisi yang mengisahkan tentang pacaran, termasuk pacaran yang agak liberal atau bebas. (Elvinaro, 2007: 16-17)

  1. Entertainment (Hiburan)

Sulit dibantah lagi bahwa pada kenyataannya hampir semua media menjalankan fungsi hiburan. Televisi adalah media massa yang mengutamakan sajian hiburan. Hampir tiga perempat bentuk siaran televisi setiap hari berupa tayangan hiburan. Begitu pula radio siaran, siarannya banyak memuat acara hiburan. Memang ada beberapa stasiun televisi dan radio siaran yang lebih mengutamakan tayangan berita. Demikian pula halnya dengan majalah. Tetapi, ada beberapa majalah yang lebih mengutamakan berita seperti Time, Tempo dan Gatra. (Elvinaro, 2007: 17)

  1. Proses Komunikasi

Proses komunikasi ini dikategorikan dengan peninjauan dari dua perspektif, antara lain:

    1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Psikologis.

Proses komunikasi perspektif ini terjadi pada diri komunikator dan komunikan. Ketika seorang komunikator berniat akan menyampaikan suatu pesan kepada komunikan, maka dalam dirinya terjadi suatu proses. Pesan komunikasi terdiri dari dua aspek, yakni isi pesan dan lambang. Isi pesan umumnya adalah pikiran, sedangkan lambang umumnya adalah bahasa. Walter lippman menyebut isi pesan itu “picture in our head”, sedangkan Walter Hagemann menamakan “das bewustseininhalle”. Proses “mengemas” atau “membungkus”  pikiran dengan bahasa yang dilakukan komunikator itu dalam bahasa komunikasi dinamakan encoding. Hasil encoding berupa pesan itu kemudian ia transmisikan atau operkan atau kirimkan kepada komunikasi. Dalam Onong, 2003: 31-32, Kini giliran komunikan terlibat dalam proses komunikasi interpersonal. Proses dalam diri komunikan disebut decoding seolah-olah membuka kemasan atau bungkusan pesan yang ia terima dari komunikator tadi. Isi bungkusan tadi adalah pikiran komunikator, maka komunikasi terjadi. Sebaliknya bilamana komunikan tidak mengerti, maka komunikasi pun tidak terjadi.

    1. Proses Komunikasi dalam Perspektif Mekanistis

Proses ini berlangsung ketika komunikator mengoperkan atau “melemparkan” dengan bibir, kalau lisan atau tangan jika tulisan pesannya sampai ditangkap komunikan. Penangkapan pesan dari komunikator oleh komunikan itu dapat dilakukan dengan indera telinga atau indera mata, atau indera-indera lainnya. Proses komunikasi dalam perspektif mekanistis dapat diklasifikasikan menjadi proses komunikasi secara primer dan secara sekunder. (dalam Onong, 2003: 32)

  • Proses Komunikasi secara Primer

Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran oleh komunikator kepada kepada komunikan dengan menggunakan suatu lambang (symbol) sebagai media atau saluran. Lambang ini umumnya bahasa, tetapi dalam situasi-situasi komunikasi tertentu lambang-lambang yang dipergunakan dapat berupa kial (gesture), yakni gerak angggota tubuh, gambar, warna, dan lain sebagainya. (dalam Onong, 2003: 33)

  • Proses Komunikasi secara Sekunder

Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama. Komunikator menggunakan media kedua ini karena komunikan yang dijadikan sasaran komunikasinya jauh tempatnya atau banyak jumlahnya atau kedua-duanya, jauh dan banyak. Kalau komunikan jauh, dipergunakanlah surat atau telepon; jika banyak dipakailah perangkat pengeras suara; apabila jauh dan banyak; dipergunakan surat kabar, radio atau televisi. Komunikasi dalam proses secara sekunder ini semakin lama semakin efektif dan efisien karena didukung oleh teknologi komunikasi yang semakin canggih, yang ditopang pula oleh teknologi-teknologi lainnya yang bukan teknologi komunikasi. (dalam Onong, 2003: 37-38)

BAB III.

METODE PENELITIAN

Waktu dan Lokasi Penelitian

Penelitian ini telah akan dilakukan di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo

Tipe Penelitian

Dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Dengan menggunakan teknik survey.

Populasi dan Sampel

Populasi

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Universitas Muhammadiyah yang berjumlah ledih dari 3000 mahasiswa/orang.

Sampel

Dari populasi yang ada penulis menarik sampel sebanyak 200 mahasiswa yang menggunakan perkembangan teknologi . Sehingga peneliti menggunakan teknik sampling berstrata (stratified sampling). Teknik sampling berstrata adalah populasi yang dikelompokkan ke dalam kelompok atau kategori yang disebut strata

Universitas

Populasi

Sampel

UMSIDA

3000

200

Jumlah

3000

200

Tabel 1.1. Populasi dan Sampel

 

Teknik Pengumpulan Data

Primer

Data primer diperoleh dari pengumpulan kuisioner yang telah dijawab oleh responden. Instrumen penelitian yaitu kuisioner yang akan dibagikan kepada responden dan diisi sesuai data yang sebenarnya. Setelah pengisian data tersebut, instrumen penelitian dikumpul.

Sekunder

Dalam penelitian ini peneliti menggunakan data sekunder yang diperoleh dari referensi buku, internet, dan lain-lain yang berkaitan dengan penelitian ini.

Teknik Analisis Data

Analisis data dilakukan dengan cara peneliti berada diluar dari objek penelitian dan menjaga prinsip objektif, serta analisis datanya menggunakan uji statistik.

Analisis kuantitatif dengan metode statistik yang digunakan adalah analisis regresi linear sederhana untuk melihat seberapa besar pengaruh antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y) dengan bantuan program SPSS.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

JOIN BISNIS

JOIN BISNIS

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN POLITIK

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

 

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

CONTOH LAMARAN KERJA

Sidoarjo…………………

Kepada Yth :

Bapak Pimpinan Personalia

PT.

Di

Tempat

Dengan hormat saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                           :

Tempat Tanggal Lahir   :

Alamat                         :

Status                          :

Agama                         :

No Telp                         :

Dengan ini saya mengajukan permohonan pekerjaan sebagai Marketing pada perusahaan yang bapak pimpin, sebagai bahan pertimbangan saya lampirkan data-data sebagai berikut:

Pas foto ukuran 4 × 6 dua lembar

Foto copy KTP

Foto copy SIM C

Foto copy Ijaza terahir

Daftar riwayat hidup

Besar harapan saya untuk diberi kesempatan bergabung dengan perusahaan yang bapak pimpin, dan apabilah ada kesalahan dikemudihan hari saya bersedia menanggung segala akibatnya.

Dermikian saya sampaikan, dan terimah kasih atas perhatianya

                                                                                                                      Hormat saya

               .                         .

 

               .                         .

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

CONTOH Daftar Riwayat Hidup

ImageDAFTAR RIWAYAT HIDUP

 

 

Saya yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                            :

Tempat Tanggal Lahir    :

Alamat                          :

Alamat  sekarang          :

Status                          :

Agama                         :

No Telp                         :

 

PENDIDIKAN FORMAL

SD………………………………………tahun……. sampai dengan……..

SMP………………………………………tahun……. sampai dengan…………

SMU  ………………………………………tahun……. sampai dengan……….

Universitas………………………………..tahun………..

 

PENGALAMAN KERJA

PT. …………………………. sebagai…………..Tahun,,,,,,sampai dengan ,,,,,,,,,

CV. …………………………. sebagai…………..Tahun,,,,,,sampai dengan ,,,,,,,,,

CV. …………………………. sebagai…………..Tahun,,,,,,sampai dengan ,,,,,,,,

 

Demikian daftar riwayat hidup saya, saya buat dengan sebenar-benarnya

 

 

Tanda Tangan

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

KOMUNIKASI

 

 

Perbedaan antara ilmu dan pengetahuan

 

Pengetahuan dibagi menjadi dua

pengetahuan biasa: hanya tahu saja tidak tahu sebabnya

pengetahuan ilmiah: manusia selain tahu kejalannya tahu juga sebabnya mengapa gejala itu ditimbulkan sedangkan jalan untuk mencapai pengetahuan yaitu mendengarkan dari orang lain pengalaman sendiri, keterangan (baca koran, majalah, dll)

 

sedangkan ilmu adalah koleksi dari pengetahuan-pengetahuan mengenai objek tertentu secara universal, sisitematis, dan menggunakan metode tertentu. Fungsi dari ilmu yaitu untuk membedakan antara benar dan salah secara sejelas-jelasnya. Secara umum fungsi ilmu adalah untuk membentuk manusia diberbagai bidangnya.

 

Syarat-syarat untuk mencapai ilmu obyek tertentu sistematis universal mempunyai metode

Cabang-cabang ilmu meliputi

Ilmu agama

Ilmu alam

Ilmu sosial

 

Sedangkan ilmu pengetahuan adalah suatu sistem yang terdiri dari pengetahuan ilmiah yang ditujukan untuk memperoleh kebenaran ilmiah dan sedapat mungkin untuk mencapai kebahagiaan manusia

 

Komunikasi berasal dari bahasa Latin “communicatus” atau “comun” yang artinya berbagi atau sama.

Menurut Lasswell Komunikasi adalah proses yang menjelaskan “siapa” mengatakan “apa” dengan “saluran apa” kepada siapa dan dengan “akibat apa” atau “hasil apa”

 

unsur-unsur komunikasi

 

Enkoding Dekoding

 

komunikator pesan komunikan efek

 

NB. Nois bisa terletak disemua unsur-unsur komunikasi

 

Keterangan:

Enkoding adalah proses berfikir komunikator untuk menyampaikan pesan kepada komunikan.

Komunikator adalah orang yang mengirimkan pesan kepada komunikan yang berupa lambang-lambang yang bermakna.

Pesan adalah lambang-lambang atau simbol-simbol yang bermakna yang dipilih oleh komunikator yang dikirim kekomunikan.

Dekoding adalah proses mengatakan simbol-simbol yang dikirim oleh komunikator.

Komunikan adalah orang yang menerima simbol-simbol yang bermakna baik verbal maupun non verbal yang dikirim oleh komunikator.

Efek adalah hasil yang ditimbulkan oleh pesan yang dikirim oleh komunikator

 

 

Lamabang dibagi menjadi dua yaitu bunyi dan fisik.

Bunyi meliputi

luar tubuh (kentongan, pluit, dan alarm)

sedangkan tubuh meliputi (suara,tulisan, dll).

 

Fisik meliputi

luar tubuh (asap, cahaya, dll)

sedangkan tubuh (ekspresi, face, dll)

 

Komunikasi adalah suatu proses kegiatan yang dilakukan secara sadar, disengaja, serta sesuai dengan tujuan atau keinginan dari pelaku yang bersifat simbolik, transaksional.

 

Fungsi komunikasi antara lain yaitu

membentuk konsep diri

eksistensi dan aktualisasi diri

kelangsungan hidup memupuk hubungan dan mencapai kebahagiaan

 

macan-macam komunikasi

- komunikasi inter personal

yaitu komunikasi dengan dirinya sendiri atau imajinasi (melamun)

 

- komunikasi antar pribadi

yaitu komunikasi dengan dua orang seperti berbicara berdua dengan sang pujaan

 

- komunikasi kelompok

yaitu komunikasi yang dilakukan minimal tiga sampai lima orang.seperti perkuliahan

 

- Komunikasi organisasi

yaitu komunikasi yang dilakukan oleh beberapa orang ditempat yang ditentukan

 

- Komunikasi transedental

yaitu komunikasi dengan tuhan seperti berdo,berdzikir, dll

 

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.